Berdasarkan data dalam paparan, penerimaan pajak neto baru menunjukkan peningkatan pada bulan Maret yakni sebesar Rp 134,8 triliun atau meningkat 3,5 persen secara tahunan dan pada bulan April meningkat Rp 234,4 triliun dari sebelumnya Rp 221,6 triliun pada April 2024.
“Pada Mei kontraksi lagi karena restitusi dan Juni sudah mulai positif setelah Dirjen pajak baru melakukan adjustment,” ujarnya.
Menurut Sri Mulyani, kenaikan dan penurunan realisasi pajak neto selalu menunjukkan pola yang sama dari tahun ke tahun. “ini beri harapan di semester dua kita bisa stabilisasi penerimaan negara yang menjadi backbone penerimaan negara,” ujarnya.
Dari total Rp 831,27 triliun realisasi pajak neto hingga Juni 2025, terdiri dari PPh Badan sebesar Rp 152,49 triliun atau turun 11,7 persen dan PPN & PPnBM Rp 267,27 triliun atau turun 19,7 persen. Sementara PPh Orang Pribadi Rp 14,03 triliun atau meningkat 35,6 persen dan PBB Rp 11,53 triliun atau meningkat 247,2 persen. (Redaksi)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!