Ia menyebutkan, berdasarkan data yang diterima, keempat orang tersebut berinisial AIB, ARO, MFT, dan SS. Selama masa studi mereka didanai penuh oleh APBD dengan harapan dapat kembali mengabdi di Morotai, daerah yang saat ini sangat membutuhkan tenaga dokter.
“Anggaran pendidikan mereka sepenuhnya dari Pemda, bukan biaya pribadi. Sudah seharusnya mereka menunjukkan komitmen moral untuk kembali dan membalas kepercayaan yang diberikan,” tegasnya.
Menurut Haibah, pemerintah daerah menyesalkan sikap tidak kooperatif para penerima beasiswa tersebut.
Ia menambahkan, Pemda tengah mempertimbangkan sanksi terhadap mereka yang terbukti melanggar kewajiban mengabdi.
“Mereka adalah putra-putri daerah. Jika tidak menunjukkan itikad baik, tentu akan ada sanksi. Bentuk sanksinya akan disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!