Demonstran juga menyuarakan kekecewaan terhadap kepemimpinan Gubernur Sherly yang disebut gagal menangani sejumlah sektor penting, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan.
“Banyak persoalan krusial yang tidak ditangani secara serius oleh Pemprov. Kepemimpinan Sherly Tjoanda sejauh ini belum menunjukkan komitmen nyata terhadap penyelesaian persoalan rakyat,” lanjutnya.
Aksi ini, menurut mereka, adalah bentuk ekspresi publik atas rasa frustrasi terhadap pemerintah provinsi yang dianggap semakin jauh dari aspirasi masyarakat.
“Kami hadir sebagai representasi rakyat Maluku Utara yang kecewa. Pemerintah tidak bisa terus-menerus menutup mata terhadap penderitaan warga sendiri,” tegasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!