Oleh : Darius A. Hamisi
(Akademisi UNIERA/Putra Loloda)
Wilayah Loloda, yang membentang dari barat hingga utara Halmahera, merupakan salah satu kawasan dengan kekayaan budaya, adat, dan potensi kelautan yang khas. Terbagi secara administratif antara Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat, “tanah yang terpisah oleh sebuah garis imajiner,” namun tetap satu dalam nurani masyarakatnya.
Kini, dua arus pemikiran besar tengah berkembang dan membentuk gelombang wacana yang serius. Bagaimana masa depan pemerintahan dan pembangunan wilayah Loloda ke depan? Jawabannya mengarah pada dua gagasan pemekaran.
Gagasan pertama adalah pembentukan Kabupaten Galela–Loloda (Galda), sebuah wacana yang telah digaungkan sejak lama dan terhalang tembok moratorium. Pemikiran ini berangkat dari potensi efisiensi administratif dan politik, di mana wilayah Loloda yang berada di Halmahera Utara bergabung dengan wilayah Galela sebagai calon kabupaten baru.
Secara geografis, keduanya berdekatan, dan secara administratif lebih mudah diwujudkan karena berasal dari satu kabupaten induk. Proses ini dinilai akan lebih cepat, ringan dari sisi perizinan, dan memiliki daya dukung struktur pemerintahan yang sudah ada.
Namun, sebagian pihak memandang bahwa penggabungan ini berisiko mengaburkan identitas dan prioritas masyarakat Loloda yang memiliki corak sosial-budaya serta geografi berbeda dari Galela. Ada kekhawatiran akan terjadi ketimpangan perhatian dalam penganggaran dan kebijakan ketika dua entitas budaya disatukan dalam satu pemerintahan.
Sementara itu, gagasan kedua adalah pembentukan Kabupaten Loloda Pasifik, yang mencita-citakan penyatuan seluruh wilayah adat Loloda dari dua kabupaten menjadi satu daerah otonom baru. Dalam kerangka ini, Loloda akan berdiri sebagai entitas tunggal yang merepresentasikan budaya, sejarah, dan identitas masyarakatnya yang telah lama hidup berdampingan dalam ruang laut dan daratan Halmahera.
Pemekaran ini dianggap lebih ideal secara kultural dan geopolitik. Dengan potensi wilayah pesisir dan kepulauan yang luas. Kabupaten Loloda Pasifik digadang-gadang sebagai embrio daerah maritim masa depan, bahkan disebut sebagai “gerbang Indonesia ke Samudra Pasifik.” Namun, tantangan teknis dan politis tentu lebih besar. Koordinasi antara dua kabupaten induk, persyaratan administratif yang lebih rumit, hingga dinamika dukungan politik menjadikan opsi ini lebih menantang untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Jika dianalisis, kedua opsi ini memiliki nilai dan tantangannya masing-masing. Galela–Loloda memiliki kekuatan utama pada kemudahan administratif dan kemungkinan proses yang lebih cepat. Namun, kelemahannya adalah potensi subordinasi kepentingan masyarakat Loloda dalam struktur pemerintahan yang lebih besar. Peluang dari opsi ini adalah dukungan lebih besar dari sisi birokrasi, tapi juga menyimpan ancaman ketimpangan representasi politik dan perhatian pembangunan.
Di sisi lain, Loloda Pasifik menawarkan kekuatan berupa kesatuan budaya dan kesamaan visi masyarakat kepulauan. Ia membuka peluang untuk pembangunan wilayah berbasis maritim yang lebih strategis dan fokus. Namun, tantangan administratif dan politiknya cukup besar, serta membutuhkan dukungan lebih luas dan konsolidasi antar wilayah yang kompleks. Ancamannya bukan hanya pada proses yang lebih panjang, tetapi juga kemungkinan resistensi dari elit politik di daerah induk.
Dua jalan kini terbentang di hadapan masyarakat dan pemangku kepentingan. Apakah akan ditempuh jalur efisiensi administratif dengan konsekuensi penggabungan identitas? Ataukah memilih jalan idealisme kultural yang menuntut perjuangan lebih panjang namun sejalan dengan narasi sejarah dan kebudayaan lokal?
Waktu, kerja kolektif, dan diskusi publik yang sehat akan menjadi penentu arah masa depan Loloda. Sebab dalam semesta demokrasi, tidak ada satu jawaban mutlak. Yang ada adalah keputusan bersama yang lahir dari kesadaran kolektif masyarakatnya. Dan Loloda, seperti halnya lautnya yang luas, punya kedalaman tak terukur dalam menampung cita-cita. ***

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!