Pasien-pasien tersebut melihat bahwa semua pintu ruang dokter spesialis masih tertutup rapat hingga pukul 10.15 WIT. Dengan situasi tersebut, kemarahan mulai mengemuka. Pihak rumah sakit pun memberikan penjelasan bahwa pelayanan dokter spesialis di RSUD Labuha terpaksa dihentikan karena gaji mereka yang belum dibayarkan oleh pemerintah daerah.
Sampai berita ini di publish, media ini masih berusaha mengkonfirmasi Direktur RSUD Labuha, dr. Titin, mengenai situasi tersebut. (RMI/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!