“Rata-rata petani di sini pergi ke kebun dengan kendaraan seperti Viar, motor, atau mobil kecil. Jika mereka menemukan jalan yang tidak bisa dilalui karena lubang dan bebatuan, kami harus melewati kebun warga agar kendaraan tidak rusak akibat genangan air dan benturan dari tonjolan bebatuan,” ungkapnya.
Menurutnya, pihak PT. Niko sempat menawarkan kepada masyarakat Desa Togawa Besi untuk melakukan perbaikan jalan tani, namun syarat yang diajukan adalah masyarakat harus membiarkan 30 unit truk PT. Niko beroperasi setiap hari di jalan tani tersebut.
“Kami dari pihak masyarakat dan Pemdes sudah membicarakan tentang perbaikan jalan tani dan sepakat untuk melakukannya. Namun, sejak kesepakatan itu dibangun satu tahun yang lalu, hingga kini belum direalisasikan,” tutupnya. (Mg02/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!