Kerusakan jalan tani ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Beberapa warga yang kesal telah mencoba untuk membuat penghalang dengan menebang pohon di tepi jalan tani. Namun, usaha ini tidak membuahkan hasil.
“Kami sudah menebang pohon untuk membuat penghalang, tetapi dua tiga hari kemudian mereka (truk PT. Nico) sudah kembali masuk seperti biasa. Bahkan, kadang mereka juga beroperasi di malam hari,” jelasnya.
Akibat kerusakan ini, sejumlah petani merasa dirugikan. Mereka biasanya menggunakan kendaraan bermotor dan Viar saat pergi ke kebun. Ketika menemukan jalan yang rusak, mereka terpaksa mengambil jalan pintas lewat kebun warga.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!