Tobelo, Maluku Utara – Meski dilanda defisit anggaran sejak 2022 hingga 2025, Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara tetap bersikap optimis dan komitmen dalam mendampingi para petani di daerah tersebut.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Haliyora.Id, defisit anggaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara disebabkan oleh beban utang daerah dan belum tuntasnya pembayaran hak-hak pegawai. Kondisi ini berdampak langsung pada sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Dinas Pertanian yang tidak mendapat alokasi anggaran selama beberapa tahun terakhir tersebut.
“Kami sudah mengusulkan berbagai program sejak 2022, namun sampai sekarang belum bisa direalisasikan karena Pemda Halut masih mengalami defisit. Dari total anggaran tahun 2022 sebesar Rp 200 miliar, hanya sekitar Rp150 miliar yang teralokasi ke beberapa dinas. Kami bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, menjadi tiga dinas yang tidak mendapatkan alokasi tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Halmahera Utara, Piet Hein Onthony, kepada wartawan, Rabu (7/5/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!