Kata dia, data realisasi pendapatan daerah tersebut baru bisa dicairkan oleh BPKAD melalui Bidang Pendapatan pasca pelaksanaan Pilkada Haltim. “Nanti habis pilkada,” singkat Ismail.
Menurut Ismail, alasan Kepala BPKAD tidak mau membeberkan sada pendapatan daerah tersebut ditakutkan nanti terjadi salah penafsiran oleh masyarakat atas realisasi pendapatan daerah tersebut. “Bos arahkan jangan dulu rilis jangan sampai ada penafsiran lain,” katanya.
Diketahui, bukan baru kali ini Ismail enggan membeberkan data realisasi pendapatan daerah. Sejak diangkat menjadi Kabid Pendapatan di BPKAD Haltim, mantan Bendahara DPRD itu selalu beralasan jika dikonfirmasi sejumlah data yang berkaitan tupoksi pekerjaanya.
Sebagai informasi, realisasi pendapatan Asli Daerah Kabupaten Halmahera Timur tahun 2024 hingga kini belum diketahui pasti apakah telah memenuhi target pendapatan yang diterapkan pemerintah daerah atau tidak. Pihak BPKAD selalu menutupi informasi capaian realisasi pendapatan saat di konfirmasi.
Tertutupnya informasi terkait pendapatan daerah tersebut mengundang tanda tanya sejumlah pihak apalagi memasuki momentum pilkada tahun ini.
Zulfikram Hi.Idris S.AK, Ketua Bidang Ekonomi Pemuda Muhammadiyah Haltim mempertanyakan sikap BPKAD yang seakan menyembunyikan sesuatu atas data tersebut.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!