Sebagai politisi tulen yang pernah merintis partai Golkar di Maluku Utara, pria kelahiran September 1966 ini tak berlama-lama dengan pilu setelah diabaikan partai yang ia kecimpung. Sebab, jalan politik menuju Pilkada Halmahera Tengah masih terbuka lebar. Sebab, dia adalah putra asli Halmahera Tengah yang sudah merintis pembangunan di daerah itu. Sebab, masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan semasa dia menjabat di periode pertama sebagai Bupati. Sebab, kesejahteraan warga Halteng-lah yang menguatkan Edi menyusuri jalan terjal menuju Pilkada Halmahera Tengah untuk kesekian kalinya.
Keputusan Edi sudah bulat. Sebuah surat menjadi bukti kuat bahwa Edi betul-betul sadar dengan keputusannya hengkang dari pohon Beringin dan memilih bangkit di Banteng untuk meretas jalan baru demokrasi Pilkada Halteng.
Bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Edi menyatakan siap hidup mati bersama partai moncong putih itu. Surat permohonan keanggotaan Edi Langkara bahkan sudah disetujui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Dengan bergabungnya Edi Langkara ke PDIP menambah spirit baru partai berbasis Gotong Royong dan berhaluan Pancasilais itu. Kini, jalan menuju Pilkada makin lantang dilalui seorang Edi untuk mengepakkan visi misinya bersama PDIP membangun Halmahera Tengah 2024-2029.
Bergabungnya Edi Langkara ke partai besutan Megawati Soekarnoputri ini juga telah dikonfirmasikan langsung DPD PDIP Maluku Utara. PDIP Malut lewat Ketua Bappilu Irfan Hasanuddin, yang dikonfirmasi Selasa (06/8/2024) malam, membenarkannya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!