Suryani bilang, TPP tetap dibayar meski mengalami keterlambatan, karena TPP ini merupakan bagian kinerja dari ASN. Dirinya lantas meminta ASN tak hanya menuntut hak sementara kewajiban belum selesai.
“Jadi ini menjadi motivasi untuk bisa semangat, lebih meningkatkan kinerja sebagai ASN, apalagi tahun ini merupakan tahun politik, tentu kita tahu sendiri bahwa kita masih memiliki utang dana hibah sebesar Rp 12 miliar, sementara Pilkada ini waktunya kurang lebih hanya tiga bulan untuk penyelesaian hibah Pilkada,” ujarnya.
“Jadi kapan selesai hibah Pilkada itu, tergantung dari DBH yang masuk maka kita berkeinginan kalau bisa kita tidak ada hutang, supaya untuk kegiatan Pilkada ini, bisa lancar dan Pemda juga tidak ada beban hutang Pilkada,” pungkasnya. (RF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!