Kasi Humas Polres Halmahera Utara Iptu Denny Salaka mengatakan, untuk mengungkap kasus ini, polisi mulai melakukan visum terhadap jenazah korban atas permintaan pihak keluarga. Kendati begitu, polisi belum mengetahui pasti motif dari peristiwa berdarah ini.
“Pukul 00.00 wit personil Polsek Galela identifikasi dan selesai melaksanakan olah TKP, situasi berjalan lancar dan aman, pihak keluarga korban melanjutkan proses hukum dan dilaksanakan visum oleh Dokter Puskesmas Dokulamo,” kata Denny, Sabtu (22/6/2024).
Sementara itu, berdasarkan laporan polisi, mayat dari YP pertama kali ditemukan oleh adiknya yaitu SP alias Sarmin (27 tahun). Sebelum kejadian, tiga bersaudara ini tengah mengisi kopra yang siap dijual kedalam karung. Sekitar pukul 16.30 Wit, SP meminta izin ke kedua kakaknya untuk balik di kampung menukar motor dengan mertuanya, sekaligus mengambil bekal.
“Sekitar pukul 19.20 Wit saksi balik menuju ke kebun untuk menyelesaikan pekerjaan pengisian kelapa (kopra) kedalam karung, sebelum sampai di TKP saksi berpapasan dengan seorang warga yang kebetulan berkebun di dekat TKP, yakni RK alias Roni dan mereka hanya sekedar saling menegur. Pada saat saksi tiba di kebun, saksi tidak melihat kedua kakaknya DP dan YP,” kata Iptu Denny.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!