Satu Gudang di Morotai Ludes Dilahap Api, Pemilik Curiga Sengaja Dibakar

“Tapi mesinnya dalam kondisi mati, saya menduga ini yang jelas ada sengaja, tapi saya belum tahu siapa orangnya. Untuk karyawan yang bekerja memang ada, tetapi sementara ini mereka istirahat tiga bulan. Jadi yang tukang kerja juga tidak datang, paling mereka datang di gudang hanya mengecek saja,” katanya.

Atas dugaannya ini, A’ang akan melaporkan ke pihak berwajib untuk diselidiki.

“Nanti besok saya akan berikan laporan ke polisi untuk tindaklanjuti soal kebakaran gudang ini. Gudang ini saya bangun termasuk isi didalam itu kalau dihitung dalam bentuk rupiah senilai Rp 145 juta. Soalnya dos yang sudah dipres ini sebanyak 10 ton, kalau dihitung Rp 45 juta. Untuk botol plastik saya belum tahu harganya karena saya belum timbang,” sebutnya.

BACA JUGA  Kadisdik Taliabu Bantah Isu Pemotongan Dana Dacil, Bentuk Tim Telusuri Kebenaran

“Sedangkan untuk mesin pres itu senilai Rp 125 juta. Tapi mesinnya sudah tidak bisa terpakai lagi karena sudah terbakar. Itu yang membuat saya rugi besar, kendati hanya mesin, gudang dan dos yang terbakar, tapi ruginya besar,” sambung A’ang.

Menurut A’ang, rencananya, barang hasil presnya ini akan dikirimkan ke Surabaya, Jawa Timur. Hanya saja ia menunggu antrian kapal sehingga barang yang sudah dipres itu belum di angkut ke kapal. “Kapal kontainer belum masuk, makanya saya titip di gudang ini,” kata A’ang.

BACA JUGA  Pilkada Halteng, IMS-ADIL Bikin Elang Keok di Beringin

Sementara itu, salah satu petugas Pemadam Kebakaran, Junaidi Arifin mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakran gudang milik A’ang ini dari pegawai Kesbangpol sekitar pukul 14.25 Wit. 

Begitu mendengar kebakaran kami langsung bergegas menuju ke tempat TKP dengan memakai satu unit mobil Damkar

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah