Darman juga mengaku kesal dengan pelayan SPBU Sanana, karena diduga lebih prioritas ke pengecer BBM.
“Tidak jadi masalah, pagi satu kali siang satu kali saja, tetapi ini mereka menjualnya ke pengecer pokoknya mulai dibuka sampai tutup, lalu kami yang sopir angkot ini mau tarik angkot bagaimana kalau tidak dapat pertalite,” katanya dengan nada kesal.
Sementara hingga berita ini tayang ,pihak SPBU Sanana belum berhasil dikonfirmasi mengenai antrian panjang kendaraan ini. (RSF/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!