Tidore, Maluku Utara- Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan (Tikep) dilaporkan akan menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) dalam menyelesaikan permasalahan trayek angkutan di Pelabuhan Loleo khususnya angkutan antar kabupaten.
Hal tersebut terlihat saat Wali Kota Tidore Kepulauan didampingi Pj Bupati Halmahera Tengah Ikram A Sangadji, dan Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Sinen, menggelar pertemuan terkait dengan penertiban angkutan baik di darat maupun laut di pelabuhan Loleo, yang berlangsung di ruang rapat Walikota, Senin (17/04/2023).
Dalam kesempatan tersebut, Ali Ibrahim mengatakan, pertemuan ini juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan Pemkot Tikep dengan para sopir Loleo maupun sopir Weda (Halteng) beberapa hari lalu.
“Atas nama Pemerintah Kota Tidore mengharapkan agar persoalan ini segera diselesaikan dengan baik antara dua pemerintahan ini. Pemerintah tidak menginginkan masyarakat Tidore menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Ali Ibrahim.
Menurut wali kota, sopir loleo hanya bisa mengangkut penumpang dari speed Tidore. Sedangkan sopir weda mengangkut penumpang dari speed Ternate. “Sementara kita ketahui bersama, trayek Loleo Ternate lebih ramai ketimbang Loleo ke Tidore. Ini yang kami tidak menginginkan masyarakat Tidore menjadi penonton di daerahnya sendiri,” kata Ali.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!