Namun akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 sejalan dengan semakin baiknya tingkat konsumsi masyarakat dibanding tahun 2022 yang didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat Maluku Utara seiring dengan membaiknya status Covid-19 dan adanya pelanggaran pembatasan mobilitas masyarakat,” jelasnya
Akan tetapi lanjut Eko, inflasi tahun 2023 terutama dipengaruhi oleh risiko kondisi anomali cuaca yang dapat berlangsung sepanjang tahun 2023.
“Kondisi ini memberikan tantangan dari segi produksi maupun distribusi bahan pangan di Provinsi Maluku Utara, mengingat kondisi geografis Maluku Utara yang berupa kepulauan disertai dengan kondisi perubahan cuaca yang sangat ekstrim,” tandasnya. (RUL-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!