Lanjutnya, untuk luasan lahan sawah ini kurang lebih 1.500 hektar, yang memberikan kontribusi pada Tahun 2023. Dan panen pada hari ini merupakan bagian dari program bantuan pemerintah.
Menurutnya, salah satu dari program tersebut adalah desa mandiri percontohan Dinas pertanian Provinsi Malut pada tahun 2022 lalu, seluas 50 hektar dari 4.000 hektar yang tersebar di lima kabupaten/kota.
Katanya, kegiatan bantuan pemerintah untuk tahun 2023, diantaranya sebanyak 338 hektar, terdiri dari padi hibrida dan padi biofortifikasi atau beras untuk penderita stunting, karena pihaknya juga turut mengatasi stunting melalui program ketersediaan dan keterjangkauan padi.
“Kurang lebih 1.300 hektar dan mandiri benih untuk 30 hektar, kemudian supplier 8 hektar yang tersebar di tujuh kabupaten,” ujarnya.
Sementara itu, disebutkannya terkait bantuan prasarana untuk sarana pertanian, berupa sarana irigasi, embung, bantuan mesin pengolahan kelapa dan lain-lain juga Haltim salah satu sasaran kegiatan.
Kadis Ota menyampaikan, jika sebetulnya gerakan panen padi ini ingin dilakukan sejak jauh-jauh hari, cuma terdapat agenda-agenda yang tidak bisa pihaknya tinggalkan.
“Akhirnya, saya sudah berkoordinasi dengan Pak Kadis Pertanian Haltim, kemarin rencana sebelum kita lakukan Musrembangtan di Halmahera Selatan, sudah kita lakukan panen disini tetapi katanya masih ada,” tutur Kadis.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!