Ketua KNPI Halsel Suarakan 5 Ruas Jalan pada Dialog Kebudayaan di Medan, Begini Respon Sekjen Kementerian PUPR

Mewakili warga Halsel, saya berharap kelima ruas jalan yang sudah diperjuangkan Pemkab Halsel ini menjadi catatan dan perhatian khusus Menteri PUPR sebagaimana diamanatkan Bapak Presiden Joko Widodo dalam Instruksi Presiden itu.

Irfan Abdurrahim (Ketua KNPI Halsel)

Labuha, Maluku Utara- Lima ruas jalan di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) sesuai amanat Inpres tahun 2023 mendapatkan tempat di hati para peserta forum dialog kebudayaan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat di Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa, (07/02/2023). 

Adalah Irfan Abdurrahim, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), yang mengangkat isu kelima ruas jalan yang diproyeksikan masuk dalam Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2023 ini.

BACA JUGA  Jelang Musda, KNPI Minta Dukungan Wabup Halmahera Selatan

Irfan menuturkan, sumber daya alam (SDA) di Halmahera Selatan begitu melimpah baik hasil pertanian, perkebunan, kelautan dan pertambangan.

Irfan bilang, khususnya tambang nikel di Pulau Obi, Halsel begitu berlimpah ruah dan hasilnya disumbangkan ke kas negara. Akan tetapi, kontribusi yang diberikan pemerintah pusat belum maksimal terhadap infrastruktur jalan di Pulau Obi.

“Mestinya, pemerintah pusat (Kementerian PUPR) juga mengawal dan memprioritaskan ruas jalan di Pulau Obi yang sudah diperjuangkan Pemkab Halsel dengan tujuan memudahkan akses pelayanan masyarakat,” pinta Irfan di hadapan Sekjen Kementerian PUPR RI, Mohammad Zainal Fatah. 

BACA JUGA  Kejar Target di Malut, Alumni Akpol  Gelar Vaksinasi Disertai Pemberian Sembako 

Irfan lantas menyebutkan lima ruas jalan yang diregulasikan dalam Inpres tersebut seperti, peningkatan ruas jalan Laiwui-Jikotamo-Anggai dengan panjang 49,5 kilometer, dan diperkirakan menelan Rp 148,5 miliar, pekerjaan jalan lingkar Pulau Makian segmen Sabale-Dauri sepanjang 36 kilometer, dengan perkiraan anggaran Rp 108 miliar, kemudian pembangunan ruas jalan Jikodolong-Soligi-Wayaloar, dengan panjang 23,3 kilometer yang diperkirakan menelan anggaran Rp 167,48 miliar, lalu jalan Saketa-Dehepodo, dengan panjang 64 kilometer yang diperkirakan menelan Rp 85,4 miliar, ditambah jalan Matuting -Ranga-Ranga, dengan panjang 30 kilometer yang diperkirakan menelan anggaran Rp 88,9 miliar.

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah