Ternate, Maluku Utara- Aktivitas pelayaran di pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara telah dibuka sejak 9 Januari 2023 pasca membaiknya kondisi cuaca dan gelombang laut sesuai pantauan BMKG Sultan Babullah Ternate.
Meski demikian, masih saja ada kapal yang enggan berangkat. Salah satunya KM Makaeling 02 rute Gane Barat yang belum memastikan jadwal keberangkatannya.
Hal ini dikarenakan cuaca di Gane Barat yang dikabarkan belum membaik. Selain itu, masih meninggalkan trauma pasca kecelakaan tenggelamnya KM Cahaya Arafah pada Juli 2022.
Anak pemilik kapal sekaligus ABK KM Makaeling 02, Halil Hi Jainal menyampaikan pada wartawan, pihaknya sendiri sudah diizinkan oleh pihak KPLP untuk berlayar sejak Senin. Pihaknya sendiri berhati-hati untuk berlayar di kondisi yang ada mengingat pernah terjadi kecelakaan atau musibah yang sudah memakan korban jiwa.
“Namun kami tidak bisa memastikan jadwal keberangkatan karena informasi dari ayah kami yang saat ini berada di Gane Barat menyampaikan bahwa kondisi cuaca masih bergelombang dan angin kencang sehingga membuat kami selalu menunda keberangkatan,” ucapnya
Sementara Komandan Pos KPLP Pelabuhan Bastiong, M Nur Naipon menyampaikan, untuk pelayaran wilayah Halmahera Selatan sudah dibuka sejak Senin kemarin. Namun untuk KM Makaeling 02 sampai saat ini masih terlihat di dermaga karena dari pihak nahkoda dan pemilik kapal yang sudah menunda keberangkatan.
“Setelah kami temui dan menanyakan alasan apa yang membuat mereka tidak berlayar, ternyata mereka menerima informasi bahwa di wilayah Gane Barat cuaca masih bergelombang dan angin selalu kencang sehingga membuat mereka memutuskan untuk belum berlayar,” ucap M Nur.
KPLP sendiri, ucap M Nur, tidak dapat memaksakan pihak kapal untuk berlayar. “Jika kami paksakan dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kami yang akan disalahkan,” tuntasnya. (DR-3)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!