Ternate, Maluku Utara- Kerusakan ruang pos pelabuhan speed rute Ternate-Sidangoli yang berada di samping Masjid Al-Munawar, Kelurahan Gamalama, mendapat perhatian dari Dewan Perwalikan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ternate.
Diketahui, kerusakan ruang pos yang terjadi itu sudah sekitar enam bulan lalu. Akibat dari kerusakan pos pelabuhan ini, para petugas yang berjaga disitu terpaksa melakukan aktifitasnya diluar pos.
Mirisnya lagi, lantaran tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ternate, para motoris speed boat dikawasan itu rela berpatungan mengumpulkan uang dari Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu untuk membiayai kerusakan sejumlah fasilitas pelabuhan tersebut.
Sebelumnya, Pemkot Ternate telah mengeluarkan larangan agar seluruh aktifitas penyeberangan Ternate-Sidangoli berpindah ke Pelabuhan Semut, Mangga Dua.
Sayangnya, para motoris speed boat rute ini memilih bertahan di area itu dengan alasan, jika aktifitas pelabuhan diarahkan ke Pelabuhan Semut Mangga Dua, maka dikhawatirkan akan menambah ongkos transportasi para pedagang yang berjualan di area itu. Ini karena rata-rata para pedagang yang berjualan disekitar pelabuhan, kebanyakan warga dari Sidangoli, Halmahera Barat.
Wakil Ketua Komisi I, Haryanto Hanadar saat diwawancarai mengatakan, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan Pemeritah Kota (Pemkot) Ternate demi kepentingan tersebut.
“Kalau memang sudah ada arahan dari pemerintah untuk para motoris untuk pindah ke Pelabuhan Semut maka dengan segala hormat harus pindah,” ucapnya, Rabu (28/12/2022).
Meski demikian, Haryanto berjanji akan mengmomunikasikan kembali hal ini bersama Pemkot Ternate. “Pada prinsipnya nanti kami akan berkoodinasi sehingga arahan-arahan tersebut ditindaklanjuti oleh para motoris rute Ternate-Sidangoli,” tambahnya mengakhiri. (Wan-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!