Maba, Maluku Utara- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) menyoroti lemahnya capaian target Pendapatan Asli Daerah (PAD) oleh Pemerintah Daerah pada tahun 2022. atas dasar itu, DPRD meminta agar Pemerintah Daerah untuk mencari potensi lainnya yang bisa digarap untuk memenuhi target pendapatan di tahun-tahun mendatang.
Ketua Fraksi NKRI, Dirwan Din, mengatakan pemerintah daerah dalam membangun, mengembangkan dan merencanakan serta mengelola pemerintahan, dituntut untuk mandiri dan mampu berdiri sendiri.
“Terutama yang menunjukan suatu daerah otonom mampu berdiri sendiri dalam pembangunannya, terletak pada kemampuan keuangan daerah, untuk menggali sumber-sumber keuangannya sendiri, agar ketergantungan terhadap pemerintah pusat mampu seminimal mungkin dikelola dengan baik,” katanya baru-baru ini.
Menurutnya, sebagaimana pandangan Fraksi NKRI bahwa target Pendapatan Asli Daerah yang dianggarkan sebesar Rp 113.803.170 mengalami penurunan sebesar 15,01 persen atau sebesar Rp 20.105.000.000, adalah tidak sesuai dengan harapan sehingga berpengaruh terhadap PAD itu sendiri.
“Demikian halnya dengan target PAD dari sektor retribusi daerah, dan lain-lain PAD yang sah dalam realisasinya mengalami penurunan atau tidak sesuai dengan yang direncanakan, sehingga berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah,” katanya.
Untuk itu dalam rangka peningkatan retribusi daerah, maka Fraksi NKRI meminta kepada Pemkab Haltim agar dapat mengkaji sektor-sektor potensial penerimaan Pendapatan Asli Daerah yang belum terakomodir dan terkelola dengan baik, seperti bidang Parawisata dan Perikanan.
“Serta retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, dan retribusi tempat khusus parkir yang disediakan oleh pemerintah daerah, restribusi terminal, retribusi pelayanan kepelabuhanan dan retribusi pasar,” tambah Dirwan.
Selain itu, pihaknya juga meminta agar pemerintah daerah dapat memaksimalkan pendapatan di sektor retribusi terutama retribusi pertokoaan.
“Mengingat berkembang dan meluasnya penyebaran pertokohan seperti Alfamidi dan Indomart di Halmahera saat ini yang tumbuh pesat,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendapatan BPKAD Haltim, Jainuri, dikonfirmasi melalui bagian Humas Sekretariat Pemda Haltim terkait realisasi PAD tahun 2022, mengaku belum bisa memberikan jawaban karena masih menyiapkan data realisasi PAD tahun 2022.
“Kita masih siapkan dulu untuk realisasi PAD, kalau sudah kita pasti informasikan,” singkatnya. (RH-2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!