Tidora, Maluku Utara- Sail Tidore bakal digelar pada November 2022 mendatang. Pemkot Tidore Kepulauan (Tikep) terus membenahi fasilitas penunjang serta akomodasi untuk penunjang kegiatan Sail
Pada Rabu, (05/10/2022), betempat di ruang rapat Walikota Tikep telah dilakukan rapat koordinasi antara pemerintah daerah dengan Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sert perwakilan PT PELNI melalui zoom miting.
Rapat koordinasi tersebut membahas penyediaan kapal Pelni untuk dijadikn hotel terapung (akomodasi terapung)
Beril, yang mewakili PT. Pelni dalam rakor tersebut mengatakan sangat merespon penyediaan kapal Pelni sebagai pendukung kegiatan Sail Tidore.
Beril mengatakan, PT Pelni sangat support rencana kegiatan Sail Tidore. Sudah ada komunikasi dengan Direktorat Lalu-Lintas dan Angkutan Laut (Ditjenlala) bahwa ada tiga kapal yang dapat dipilih untuk digunakan dalam mendukung kegiatan Sail Tidore, yakni KM Sinabung dengan kapasitas 2.000 orang, KM Tatamilaut dengan kapasitas 1.000 orang dan KM Saria dengan kapasitas 500 orang.
“Namun untuk mengoptimalkan kapasitas kapal, kami dari PT Pelni merekomendasikan untuk menggunakan KM Tatamilaut dengan kapasitas 1.000 orang, sehingga tidak terlalu besar ataupun untuk kapasitasnya sendiri bisa mencukupi secara akomodasi.” jelas Berryl
Berryl menambahkan, KM Tatamilaut ini juga berlabuh di Pelabuhan Trikora Kota Tidore dan secara operasional bisa memungkinkan untuk digunakan sebagai hotel terapung.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tidore Kepulauan, Daud, mengatakan, acara puncak Sail Tidore 2022 akan dilaksanakan pada 24-29 November 2022, dan tentang dukungan Pelni untuk penyediaan kapal dijadikan hotel terapung tersebut, Walikota Tikep sudah menyampikan surat permintaan kepada Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub.
Panitia lokal sendiri, sambung Daud, meminta pihak Pelni sediakan kapal berkapasitas 2.000 GT untuk dijadikan hotel terapung, karena pengunjung yang hadir jelang Sail Tidore diperkirakan sebanyak 2.000 orang. Tapi tentunya kami juga menyesuaikan dengan keuangan daerah.
”Kalaupun Pelni merekomendsikan KM Tatamilaut, maka kami panitia lokal sangat setuju, namun kami harap satu minggu atau paling lambat empat hari sebelum Sail Tidore dimulai, KM Tatamilaut sudah berlabuh di Pelabuhan Trikora, karena jarak antara Pelabuihan Trikora ke lokasi Sail hanya berjarak sekitar 300 atau 400 meter.” harap Daud.
Daud juga menjelaskan, Dinas Perhubungan akan bekerjassama dengan KUPP Syahbandar Soasio dan petugas lokal Dishub Kota Tidore dan Dishub Provinsi untuk mengatur mekanisme di atas kapal. (YH-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!