Basarnas Maluku Utara Gelar Pelatihan Water Rescue di Sula

Sanana, Maluku Utara- Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Maluku Utara melakukan pelatihan Water Rescue di Kepulauan Sula, di Beliga Hotel, Selasa (8/3/2022)

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate Muhammad Arafah kepada Haliyora mengatakan, Pelatihan Water Rescue diselenggarakan selama 5 hari mulai tanggal 08-13 Maret 2022.

Pelatihan ini, sambung Arafah, bertujuan melatih SAR tehnik pertolongan di permukaan air bagi potensi pencarian dan pertolongan di Kabupaten Kepulauan Sula untuk meningkatkan kompetisi pencarian dan pertolongan operasi SAR sehingga bisa efektif dan efisien.

“Kegiatan ini diikuti oleh instansi terkait seperti BPBD Kepulauan Sula, BPBD pulau Taliabu, TNI Polri, KUUP Sanana, serta nelayan Desa Bajo, dan Taliabu,” jelas Arafah.

BACA JUGA  Usulan Sekda Definitif Kepulauan Sula 'Tatono' di Meja Gubernur

Dikatakan, pelatihan dilaksanakan di Kabupaten Kepulauan Sula untuk minimalisir korban kecelakaan laut.

”Tercatat, tahun 2021 Basarnas Sula telah menangani kecelakaan kapal sebayak 7 kali dengan korban selamat sebanyak 610 orang dan tiga orang hilang. Ada juga menyelamatkan kejadian yang membahayakan jiwa manusia sebanyak dua kali dan korban hilang sebanyak satu kali,”.sebut Arafah.

Sementara, untuk tahun 2022, sambung Arafat, dalam kurun tiga bulan terahir sudah dua kali terjadi kecelakaan laut. Dua kali kecelakaan pelayaran yang menyebabkan sebanyak empat orang meninggal, satu orang hilang dan 29 orang selamat.

Arafah menghimbau masyarakat Kepulauan Sula secepatnya menghubungi Basarnas jika terjadi kecelakaan laut sehingga respon penanganan lebih cepat.

BACA JUGA  Bantah Munadi, DLH Halteng : Jangan Asumsi, Perairan Teluk Weda Aman dari Merkuri dan Arsenik

“Kami berharap kepada masyarakat Sula secepatnya menghubungi Unit Siaga SAR Kepulauan Sula jika terjadi kecelakaan laut supaya segera ditolong. Masyarakat kadang berfikir Basarnas lambat memberikan pertolongan, padahal itu disebabkan karena informasi dari masyarakat maupun keluarga korban sering terlambat,” imbuh Arafah.

Arafah menambahkan, tahun ini pihaknya sudah mengusulkan agar Unit Siaga SAR Kepulauan Sula mendapat tambahan armada sebagai alat operasi pencarian maupun penyelamatan korban laka laut.

“Kita sudah usul ke Basarnas pusat untuk penambahan alat di antaranya rigit, dan kendaraan darat, sementara untuk anggota SAR juga setiap tahunya diusul ke Kemenpan RB,” terangnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah