Temuan DPRD : Petani di Tidore Keluhkan Pupuk Langka dan Mahal

Tidore, Maluku Utara- Komisi II DPRD Tikep, pada Jum’at (11/02/2922) kemarin, menggelar rapat kerja dengan Dinas Pertanian.

Ada dua topik yang dibicarakan pada rapat tersebut, yakni tentang kelangkaan pupuk bersubsidi/kemahalan serta kerjasama dengan perusahaan untuk menampung sayur-mayur dari produk petani Tikep.

Ketua Komisi II DPRD Tikep, Murad Polisiri, kepada Haliyora usai rapat menjelaskan, saat Komisi II melakukan kunjungan kerja dalam wilayah Tikep beberapa hari lalu mendapati banyak keluhan petani soal kelangkaan pupuk bersubsidi juga harganya yang mahal.

Setelah ditelusuri, ternyata penyebabnya adalah lantaran distributor pupuk bersubsidi Tikep membeli pupuk bersubsidi dari distributor Ternate kemudian menjual di Tidore dengan tidak mengikuti standar harga pupuk bersubsidi yang sudah ditentukan.

BACA JUGA  Ahli Soroti Dugaan Proyek Fiktif MCK di Pemda Taliabu, Minta Jaksa Terbuka

Murad menjelaskan, distributor pupuk bersubsidi Tikep mengambil (membeli) pupuk bersubsidi dari distributor Ternate dalam jumlah terbatas kemudian membawa ke Tidore yang seharusnya bebas biaya operasional namun mereka hitung biaya operasional sehingga dinaikkan harganya.

“Makanya selain langka karena jumlahnya terbatas juga harganya tinggi, tidak sesuai harga standar,” ungkapnya.

Disebutkan, harga standar pupuk bersubsidi itu Rp 135.000 per karung (50 kg), namun fakta di lapangan ada yang jual 150.000-160.000 lebih per 50 kg.

“Makanya Komisi II meminta Dinas Pertanian berkoordinasi dengan Dinas Perindagkop yang mengeluarkan izin agar menertibkan harga pupuk bersubsidi sesuai standar harga yang ditetapkan. “Pokoknya tidak ada alasan, harga harus ditertibkan sesuai harga standar,” tandasnya.

BACA JUGA  Mantan Ketua dan Bendahara KONI Ternate Ditetapkan Tersangka Korupsi Dana Hibah

Selain masalah pupuk, sambung Murad, masalah lain yang dibahas dalam rapat tersebut adalah terkait kerjasama dengan perusahaan mengambil kebutuhan sayur dari petani Tikep.

“Sekarang ini produksi sayuran petani kita sangat bagus, makanya kita sepakat untuk secepatnya kita realisasikan kerjasama dengan PT. IWIP dan perusahan lainnya untuk mengambil kebutuhan dapur dari petani Tikep. Kalau kerjasama kan nanti kita yang atur standar harga sehingga kedua pihak sama-sama untung,” pungkasnya. (Unu-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah