Halsel, Maluku Utara- Driver dum truck bernama Liswan S. Basra mengalami kecelakaan dan meninggal dunia.
Pria asal Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat itu adalah salah satu karyawan PT. Gane Permai Sentosa (GPS), anak perusahaan PT. Harita Grup, perusahan tambang yang beropersi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Liswan mengalami kecelakaan pada Minggu (23/01/2022), dan sempat dilarikan ke RSUD Labuha namun ia meninggal dunia pada Senin (24/01/2022).
Almarhum meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang kini berusia 2 tahun. Meninggalnya Liswan membuat istrinya, Ratna Hidayat sangat terpukul, karena Liswan suaminya adalah tulang punggung dan harapan keluarga. Ratna tidak menduga suaminya akan pergi secepat itu untuk selamanya.
Kepada Haliyora, Ratna mengaku mendapat berita kecelakaan yang dialami suaminya itu lewat telepon dari pihak safety PT. Gane Permai Sentosa (GPS) pada Minggu sore (23/01/2022).
“Pihak Safety PT. GPS menenelepon saya pada Minggu sore bahwa Suami saya (Liswan) mengalami kecelakaan bersama dua rekan kerjanya saat mengendarai dum truck melintasi tanjakan. Katanya, suami saya loncat dari truck saat mobil tidak dapat dikendalikan ketika menanjak dan kehilangan keseimbangan. Saat bersamaan truck terbalik dan menghantam tubuh suami saya,” cerita Ratna menahan tangis.
Diceritakan Ratna, kurang lebih 20-30 menit setelah kecelakaan tersebut, barulah suaminya dievakuasi dari TKP, kala korban sudah tidak bisa bernafas normal sehingga dibantu dengan oksigen menuju klinik perusahan kemudian dirujuk ke RSUD Labuha. Saat itu Liswan sudah tidak sadarkan diri hingga menghembuskan nafas terakhir (meninggal), pada Senin pagi (24/01/2022) di RSUD Labuha.
Ratna mengaku melihat kondisi tubuh suaminya ada bekas luka di wajah, juga banyak memar di tubuh bagian bawah. Pada bagian paha sampai kakinya seperti terlindas dum truck. Di bagian pinggul dan belakang juga terlihat memar berwarna biru seperti bekas benturan keras. “Itu terlihat saat jenazah suami saya dimandikan,” ujar Ratna.
Dengan berusaha menahan tangis, Ratna mengatakan, bahwa suaminya adalah satu-satunya tulang punggung dan harapan keluar. “Saya tidak menyangka secepat itu ia pergi meninggalkan kami untuk selamanya,” tutur Ratna tak dapat membendung air mata yang tumpah.
Setelah agak tenang, Ratna melanjutkan ceritanya. Ia mengatakan, pihak CSR dan HRD PT. Gane Permai Sentosa sempat melayat ke rumah tetapi tidak menjelaskan kronologis kecelakaan dum truck yang dikendarai almarhum bersama kedua rekan kerjanya.
“Pihak CSR dan HRD perusahaan GPS turut melayat kerumah duka, bahkan dari pihak Harita juga ikut prosesi pemakaman almarhum. Pihak GPS juga memberikan bantuan uang sebesar Rp 28 juta lebih ditambah pihak Harita Group menyumbangkan uang sebesar Rp 10 juta,” kata Ratna. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!