Adik BK dan Adik Iswan Hasjim Kembalikan Duit Temuan Ops Bupati Halsel

iLustrasi

Halsel, Maluku Utara- Mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Halmahera Selatan Saima Kasuba menjadi saksi kunci kasus dugaan korupsi dana operasional Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Selatan tahun anggaran 2021 senilai Rp 4 milar lebih.

Pasalnya, Saima telah menandatangani  Surat Pernyataan Tangung Jawab (SPTJ)  akan mengembalikan kerugian negara dalam kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

Pengakuan itu dituangkan melalui Surat Pernyataan Tanggung Jawab (SPTJ) yang ditandatangani Saima Kasuba tertanggal 17 November 2021 lalu. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan atau 60 hari sejak SPTJ ditandatangani  yang bersangkutan hanya mengambalikan kerugian negara sebesar Rp 200 juta.

Padahal Surat Pernyataan Tanggung Jawab Pengembalian kerugian negara yang ditandatangani adik kandung mantan Bupati Halmahera Selatan tersebut sudah berselang empat bulan terhitung sejak penandatanganan surat pada 17 September 2021, hingga Januari 2022, yang artinya sudah melewati batas waktu 60 hari.

Dalam SPTJ itu, Saimah Kasuba menyatakan dirinya bersedia menindaklanjuti laporan hasil audit ketaatan Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan atas temuan belanja kegiatan operasional kepala daerah (KDH) dan belanja kegiatan operasional wakil kepala daerah (WKDH) periode Januari hingga Mei 2021 pada Sekertariat Daerah sebesar Rp 4.057.151.000.

“Saya bertanggung jawab penuh atas temuan sementara hasil audit ketaatan Inspektorat Kabupaten Halmahera Selatan. “Demikian bunyi surat pernyataan yang ditandatangani mantan Kabag Umum Setda Kabupaten Halmahera Selatan Saimah Kasuba yang dikutip Haliyora dalam pernyataan SPTJ Saimah Kasuba, Jum’at (14/01/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun Haliyora.id, selain Saimah Kasuba, mantan Wakil Bupati Halmahera Selatan Iswan Hasyim dan Junaidi Hasyim selaku mantan Bendahara Kesekartariatan juga mendandatangani SPTJ.

Dalam SPTJ tersebut, Iswan Hasyim  dan Junaidi Hasyim (kakak beradik)  juga bersedia mengambalikan kerugian negara senilai Rp 1,6 miliar. Keduanya sudah mengambalikan kerugian negara sebelum berakhinya 60 hari waktu pengembalian dengan cara menyetor ke kas daerah.

Sementara, mantan Bupati Halmahera Selatan Bahrain Kasuba yang juga diduga ikut menikmati uang itu sebesar Rp 2,2 miliar hingga kini belum pernah mengambalikan sepeserpun.

Diketahui, dalam kasus Oprasional Bupati dan Wakil Bupati tersebut, Polda Maluku Utara sedang melakukan penyelidikan. Bahkan, mantan Bupati Halmahera Selatan, Bahrain Kasuba, mantan Wakil Bupati, Iswan Hayim, mantan Sekda Kabupaten Halsel Helmi Surya Bututihe, mantan Kadis Pendidikan, Nurlela Muhammad, mantan Bendahara Kesekertariatan Setda Junaidi Hayim, dan mantan Kabag Umum Setda, Saimah Kasuba, sudah dipanggil penyidik untuk diperiksa pada Sabtu (08/01) pekan kemarin. (Asbar/Red)

Pos terkait