Pemda Sula Tetapkan 15 Desa Fokus Penanganan Stunting

Sula, Maluku Utara- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupatwen Kepulauan Sula menetapkan 15 desa menjadi fokus penanganan kasus stunting  tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kepulauan Sula, H.Saleh Marassabesi, Senin (20/12/2021), saat menyampaikan sambutan pada Forum Rembuk Stunting tahun 2021 di Istana Daerah (rumah dinas bupati, red)

Wabup menyebutkan, 15 desa yang menjadi fokus penanganan stunting tersebut yaitu Desa Sama, Desa Fatkauyon, Desa Baleha, Desa Waisepa, Desa Waigoiyofa, Desa Petita Jaya, Desa Waitulia, Desa Mangoli, Desa Waillab, Desa Auponhia, Desa Modapuhi Trans, Desa Pastabulu, Desa Modapuhi, Desa Modapia dan Desa Minaluli.

Dikatakan, penanganan stunting (gizi buruk) telah menjadi agenda nasional, dan Kabupaten Kepulauan Sula menjadi salah satu kabupaten yang ditetapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional melalui Peraturan Nomor: KEP.10/M.PPN/O2/ 2021 tentang Kabupaten/Kota Lokasi Fokus Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Tahun 2022.

“Sebab stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat, namun juga berkaitan dengan perkembangan otaknya kurang maksimal. Hal ini   mengakibatkan kemampuan mental dan belajar di bawah rata-rata, dan bisa berdampak pada prestasi sekolah yang buruk,” ujar Wabup.

Disampaikan, dalam Perpres nomor 73 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, ditetapkan lima pilar strategi pencegahan stunting, antara lain: Pertama, peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan di kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan Pemerintah Desa. Ke-dua, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat. Ke-tiga, peningkatan konvergensi Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif di kementerian /tembaga, Pemerintah Daerah provinsi, Pemerintah Daerah kabupaten/kota, dan Pemerintah Desa. Ke-empat, peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga, dan masyarakat. Ke-lima, penguatan dan pengembangan sistem, data, informasi, riset, dan inovasi.

BACA JUGA  Pejabat di Kepsul Dilarang Bukber, Wabup: Boleh, Asal tidak Libatkan Banyak Orang

“Dalam rangka pelaksanan strategi tersebut, maka pada hari ini kita mengadakan forum ini untuk mengatur hal-hal penting sebagai upaya penurunan dan pencegahan stunting di Kabupaten Kepulauan Sula yaitu Rembuk Stunting dan pengukuhan Duta Stunting. Duta Stunting yang akan dikukuhkan hari ini, dapat mengawal dan memotori agenda pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Sula. Saya berharap Forum Rembuk pada hari ini dapat meningkatkan komitmen bersama untuk tujuan dimaksud.

Menurut Wabup, Kunci pencegahan dan penanggulangan stunting adalah pada 1000 hari pertama Kehidupan (HPK), sehingga perhatian kepada ibu hamil dan balita di bawah dua tahun (Baduta), baik melalui intervensi spesifik, maupun inervensi sensitif, perlu terus kita upayakan.

BACA JUGA  Bahas DOB Mangole Raya, Bupati Sula Bertandang ke Kemendagri

“Terkait hal ini, saya minta intervensi tidak hanya dilaksanakan oleh sektor kesehatan saja tetapi juga dilakukan oleh sektor lain. Karena tingkat keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh sektor non kesehatan, dengan proporsi dukungan mencapai 70 diantaranya melalui pembangunan sanitasi, air bersih, penyediaan pangan yang aman dan bergizi, utamanya pemahaman secara baik, serta kepedulian masing-masing individu untuk mengoptimalkan perannya dalam upaya penanggulangan Stunting. Masalah gizi harus menjadi prioritas yang tidak boleh kita abaikan. Pemerintah daerah tetap berkewajiban untuk menjamin kecukupan gizi masyarakat,” ucap Wabup.

Kepada seluruh perangkat daerah bersama stake holder terkait, Wabup meminta untuk melakukan inovasi-inovasi dalam masa pandemi Covid-19 ini agar memastikan pemenuhan gizi masyarakat, utamanya bagi mereka yang rentan Seperti Ibu hamil dan anak balita. ”Optimalkan penggunaan pangan di masing-masing wilayah untuk pemenuhan gizi masyarakat,” imbuhnya.
 
Di akhir sambutannya, Wabup kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protocol kesehatan .

“Patuhi dan terapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun. Selalu pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta hindari kerumunan. Salam Sehat dan tetap semangat, kerja keras sehingga kita bisa terhindar dari virus Covid-19,” pungkasnya. (Sarif-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah