Ternate, Maluku Utara- Dinas Kesehatan Kota Ternate mencatat akumulasi kasus HIV-AIDS di Kota ternate hingga 2021 sebanyak 641 orang terinveksi.
Dari jumlah itu, terdapat 135 orang dinyatakan meninggal dunia, 179 orang dalam perawatan, 102 orang berobat tapi tidak mau diobati lebih lanjut, dan 225 orang tidak mau berobat. “Semua kasus HIV-AIDS tersebut tersebar di seluruh Kota Ternate,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate. Nurbaity Rajabessy, Selasa (30/11/2021).
Nurbaity mengatakan, Dinas Kesehatan Kota Ternate sedang mencari semua penderita HIV-AIDS yang tercatat dalam data namun baru ditemukan sebanyak 177 orang. “Mereka ini sudah minum obat antiretroviral (ARV) dengan sangat teratur, bahkan ada yang sebelumnya kurus, sekarang sudah gemuk,” katanya.
Nurbaity mengkhawatirkn 225 orang pengidap HIV-AIDS yang tidak mau mengkonsumsi obat. ”Karena kalau tidak diobati berpotensi menyebabkan kematian,” ujarnya.
Nurbaity menjelaskan, virus ini bermutasi selama tiga bulan dan menetap di tubuh manusia sampai lima hingga sepuluh tahun. Pada awal-awal terinfeksi virus HIV, tubuh manusia masih terlihat vit atau seperti biasa. Dua tahun berselang oarang yang terinfeksi HIV mulai mengalami batuk dan demam, kurus hingga meninggal. “Padahal kalau minum obat, mungkin bisa dicegah,” jelas Nurbaity.
Nurbaity menambahkan, potensi penularan penyakit ini sangat tinggi, tapi penularannya bukan karena sentuhan, tapi melalui jarum suntik, cairan vagina, cairan sperma dan air susu ibu (Asi). “Upaya pencegahan penularan HIV AIDS yang saat ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan adalah mencari orang yang telah terinfeksi virus tersebut dan memberikan obat antiretroviral,” pungkasnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!