Ternate, Maluku Utara- Plt. Direktur PDAM Kota Ternate Thamrin Alwi mengaku permasalahan air yang terjadi saat ini telah berpengaruh pada pendapatan, bahkan PDAM mengalami kerugian, namun belum dipastikan nilai kerugiannya.
Tamrin menjelaskan bahwa pendapatan PDAM bersumber pada produksi air yang disalurkan ke warga, sehingga jika terjadi kerusakan atau kemacetan, maka otomatis bendampak pada pembayaran iuran air. “Misalnya meteran tidak berputar karena rusak, maka tidak ada pembayaran, sebaliknya kalu meterannya bagus maka ada distribusi yang menhasilkan pendapatan,” terangnya, Kamis (04/11/2021).
Ditanya berapa kerugian yang dialami PDAM saat ini, Thamrin tidak menyebut angka pasti. Ia hanya menjelaskan bahwa seberapa besar pengaruh pendapatan harus dihitung berapa kubik air yang terganggu. ”Jadi harus dihitung dan dianalisa dulu, Tunggu saja nanti kalau ada perkembangan yang mengarah ke kerugian barulah kami informasikan,” katanya.
Thamrin menhimbau kepada warga masyarakat (konsumen) agar bersabar dan memberikan kesempatan kepada pemerintah dan PDAM untuk mencari solusi terbaik mengatasi kerusakan-kerusakan sejumlah alat yang menyebabkan suplai air tidak normal beberapa waktu terakhir.
“Sementara ini kita lagi memperbaiki kerusakan dan memperkuat bak air yang berada di Kelurahan Ngade, sehingga masalah kelangkaan air yang dikeluhkan warga saat ini seceparnya bisa teratasi. Jadi saya harap konsumen bersabar, kami pasti mencari solusi terbaik untuk mengatasi semua mesalah air bersih ini,” imbuhnya. (Arul-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!