Ternate, Maluku Utara- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Perltalite di Kota Ternate akhir-akhir ini dikeluhkan sopir angkutan umum.
“Sudah seminggu ini hampir di seluruh SPBU yang ada di Kota Ternate pertalite selalu kosong, dan jika itu ada paling bertahan sehari,” ungkap Jainudin, salah satu sopir angkutan umum yang ditemui di SPBU Batu Anteru, Kecamatan Ternate Tengah, Selasa (6/9/2021).
Pantauan haliyora.id, akibat kelangkaan Pertalite, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Ternate terlihat tak seperti biasanya. Antrian kendaraan yang nampak biasa berjejeran di SPBU kini tampak lengang.
Bahkan para pekerja pun terlihat tidak banyak berada di tempat pengisian BBM, alasannya pun sama, karena kelangkaan stok pertalite.
Alfian, sopir angkutan umum rute Gamalama-Jambula mengaku pendapatannya setiap hari tekor karena kekosongan pertalite.
Menurut dia, kekosongan pertalite sangat memberatkan bagi sopir angkutan umum, sebab jika menggunakan pertalite butuh modal per liter Rp 7.850, namun karena stoknya kosong, maka terpaksa beralih ke pertamax dengan harga Rp 9.200 per liter atau pertamax turbo Rp 10.500
“Apalagi sekarang deng kondisi pandemi, penumpang tidak banyak. Jadi berat kalau harus pindah ke pertamax atau sekali-kali terpaksa membeli pertamax turbo. Karena selisihnya sangat jauh, torang sebagai sopir angkutan umum ini kalu harga Pertamax 9,200 per liter terpaksa torang kasih naik harga angkutan,” keluh Alfian.
Sebagai pengemudi angkutan umum, kata Alfian, pendapatan perhari sangat tipis, itupun pakai pertalite, apalagi kalau gunakan pertamax dengan harga perliter Rp 9,200. Untuk itu ia berharap jika kondisi ini berlarut-larut maka Pemkot Ternate harus menaikkan tarif angkutan umum. Pertamina pun menurut dia mestinya juga berfikir nasib sopir angkutan umum.
“Jadi Pertamina harus pertimbangkan juga sopir-sopir angkutan umum pe setoran di majikan, kalau torang setor torang so tidak ada doi untuk kasih anak bini. Pendapatan satu hari juga so tara cukup, jadi torang bermohon kepada pihak Pertamina adil dalam distribusi Pertalite,” tandas Alfian
Selain sopir angkutan umum , sejumlah tukang ojek juga mengeluhkan hal yang sama. Sebab akibat kondisi itu, mereka harus mengeluarkan biaya lebih besar dari biasanya.
“Semoga cepat normal. Karena kondisi ini tidak hanya terjadi di Kota Ternate . Kabupaten lain juga katanya sama, sangat sulit mendapatkan pertalite,” tutur Asbar salah satu ojek pangkalan di Kota Ternate.
Terpisah, pekerja di salah satu SPBU di Kota Ternate yang enggan disebut namanya mengungkapkan, kondisi ini terjadi akibat SPBU sering kekurangan stok yang diterima dari Pertamina.
“Biasanya, 2-3 unit mobil tangki stok pertalite ke SPBU setiap hari. Kalau kini rata-rata cuman satu tangki. Sedangkan kebutuhan masyarakat cukup banyak perharinya, apalagi untuk sopir angkutan umum,” katanya.
Sementara sejauh ini, apa penyebab minimnya pasokan stok pertalite dari pertamina tak diketahuinya, “saya tara tau apa kendala sampe stok kurang,” imbuhnya. (Jai-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!