Ajaib, Ada Kecamatan di Halsel Hanya Camat yang Berstatus PNS

Ternate, Maluku Utara- Kabupaten Halmahera Selatan dimekarkan pada Tahun 2003 dengan ibukota Labuha, Bacan.

Sebelum dimekarkan, Bacan hanyalah sebuah Kecamatan dari Kabupaten Maluku Utara dan akhirnya dimekarkan menjadi kabupaten seiring dengan pemekaran Provinsi Maluku Utara. Saat dimekarkan, Kabupaten Halmahera Selatan mencakup 9 wilayah kecamatan kemudian dimekarkan kecamatan baru sehingga kini menjadi 30 kecamatan dengan 249 desa.

Usia Kabupaten Halmahera Selatan sejak dimekarkan 2003-2021 terhitung sudah 18 tahun. Bupati pertama saat pemekaran masih berstatus Penjabat, yakni Arif Yasin Wahid atau sering disapa AYW.

Pemilihan bupati pertama pada Tahun 2005 yang dimenangkan Muhammad Kasuba. Adik kandung Gubernur Maluku Utara saat ini yakni KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) itu memimpin kabupaten Halmahera Selatan selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015.

Setelah itu kepemimpinan beralih kepada ponakan Muhammad Kasuba sendiri yakni Bahrain Kasuba yang memenangkan Pilkada Halsel 2015. Sayangnya Bahrain tidak berhasil mempertahankan periode ke dua kepemimpinannya pada pilkada langsung 2020.

Pada Pilkada 2020 lalu, pasangan calon Usman Sidik dan Ali Bassam Kasuba memenangkan pemilihan dan naik tahta menggantikan Bahrain Kasuba.

Tentu sudah banyak perubahan dan kemajuan dicapai dalam masa 18 tahun dengan sejumlah pimpinan kabupaten tersebut.

BACA JUGA  BKN Larang ASN Ajukan Pindah Minimal 10 Tahun

Namun ada satu hal yang hingga sekarang masih menjadi pertanyaan besar masyarakat, yakni ada salah satu kecamatan yang dimekarkan tapi pegawai kantor kecamatannya memiliki pegawai sebanyak sembilan orang, terdiri dari lima PTT dan empat Pegawai Honor. Hanya camat yang berstatus PNS. Kecamatan itu adalah Kecamatan Kasiruta Barat dengan ibukota Palamea.

Itu diketahui setelah Bupati Halsel Usman sidik, Pada Jum’at (20/08/2021) lalu, didampingi sejumlah Kepala OPD berkunjung ke Kecamatan Kasiruta Barat.

Bupati ingin mengecek langsung aktifitas pegawai di kantor camat serta kegiatan berlajar mengajar, khususna di Desa Palamea, ibukota Kecamatan Kasiruta Barat. Bupati dan sejumlah pejabat yang menyertainya terkejut mendapati camat tidak berkantor, bahkan kantornya terlihat sepi-sepi saja.

Warga setempat melaporkan kepada bupati bahwa camat tidak pernah datang sejak dilantik bupati sebelum Usman. Salah satu pegawai kantor camat bahkan melaporkan bahwa kalau mereka (pegawai kantor camat) sendiri belum mengetahui nama pimpinan mereka (camat).

Anehnya, menurut pegawai bernama Rasmi Abas itu mengaku di kantor camat Kasiruta Barat hanya camatnya berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Semua staf dan pegawai termasuk dirinya masih berstatus pegawai PTT dan honorer.

“Di kantor camat ini ada 10 orang. Pak camat ditambah Sembilan orang staf/pegawai, tapi yang PNS cuma pak camat, lima orang PTT dan empat orang pegawai honor,” terang Rasmi.

BACA JUGA  Usir Kadis DKP Malut, Warga Jambula Ancam Tutup Kampung Nelayan : Minta Gubernur Sherly Hadir

Rasmi juga mengaku sudah 14 tahun mengabdi di kantor camat Kasiruta Barat sebagai PTT sejak dimekarkan. “Kalau dulu pak Halifat jadi camat, beliau orangnya loyal dan memperhatikan pelayanan masyarakat. Kalau camat yang sekarang ini tidak pernah masuk kantor sehingga kami belum kenal bahkan nama beliau pun kami tidak tau,” ungkapnya.

Pertanyaannya adalah, kenapa sudah 14 tahun jadi Kecamatan tapi PNS hanya camat ? lantas Sekretaris dan bendahara kecamatan berstatus apa ? Padahal Kabupaten Halmahera Selatan juga dimekarkan sejak 2003. Artinya sudah sekitar 18 tahun. Mengapa kecamatan yang dikenal menghasilkan Batu Bacan itu diurus sembilan pegawai PTT/honor, bahkan camat yang nota bene PNS itu tidak pernah masuk kantor.

Tak heran, jika dalam kunjungan Bupati Usman Sidik juga mendapati kepala Sekolah SD, SMP dan Kepala Puskesmas setempat juga tidak ada, yang menurut warga sangat jarang bertugas. Selama ini Pemda Halsel dimana ?

Untung bupati langsung mengambil langkah tegas dengan memecamat camat dan kepala sekolah serta kepala Puskesmas setempat. (Red-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah