Halsel, Maluku Utara- Gubernur Maluku Utara, KH. Abdul Gani Kasuba (AGK) melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Terbatas bersama 10 kepala daerah se-Provinsi Maluku Utara di Labuha, ibukota Kabupaten Halmahera Selatan, Selasa (24/08/2021). Rakor tersebut membahas Budidaya Perikanan di Maluku Utara.
Gubernur Malut dalam Rakor tersebut memaparkan potensi perikanan budidaya di Maluku Utara.
AGK mengatakan potensi perikanan budidaya di Maluku Utara 16 kali lipat lebih besar dari perikanan tangkap.
“Potensi perikanan budidaya itu 16 kali lipat lebih besar daripada perikanan tangkap, akan tetapi nilai ini masih belum normal, karena kita punya hamparan laut, tempat-tempat budidaya yang bagus belum dioptimalkan,” ujarnya.
Dikatakannya, pada masa periode ke dua kepemimpinanya ini, pemerintah Provinsi Maluku Utara memberikan dorongan penuh pengembangan sektor perikanan.
“Sektor perikanan ini merupakan sektor unggulan yang dapat diandalkan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah jangka panjang. Untuk itu dalam lima tahun kepemimpinan saya pada periode ke dua ini Pemprov mendorong penuh pengembangan sektor perikanan ini.
Khusus perikanan budidaya, AGK mengatakan perikanan budidaya memiliki komoditas unggulan untuk terus dikembangkan. ”Karena selain mampu menggerakkan sektor ekonomi, perikanan budidaya juga dapat memberikan kontribusi yang besar dalam pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Dikatakannya, nilai potensi perikanan budidaya di Maluku Utara sebesar Rp 3.000 triliun, sehingga kalau dikelola dan dikembangkan secara baik maka sangat besar kontribusinya kepada pembangunan ekonomi menuju kesejahteraan mayarakat.
“Kalau ini mau dimanfaatkan dan terus dikembangkan, maka pemerintah daerah harus menempuh pendekatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, dan komperhensif,” ujarnya.
AGK mengatakan saat ini Pemda memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kualitas SDM bagi pelaku usaha perikanan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya dari sisi penguasan teknologi maupun menejemen.
“Pemerintah juga telah melakukan pengembangan kawasan-kawasan strategis di seluruh kabupaten/kota yang dapat dijadikan sebagai kawasan sentral produksi perikanan tangkap dan perikanan budidaya, terutama terkait dengan program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Malut,” sebut Gubernur.
Gubernur menyebut Rakor terbatas sektor perikanan budidaya merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang juga melibatkan perguruan tinggi untuk membantu mengangkat potensi laut.
Khusus pelaku usaha di sektor perikanan, gubernur berpesan agar terus berkreasi, bekerja keras dan bekerja cerdas serta menjalin kerjasama denagan semua pihak terkait untuk memajukan sektor perikanan di Maluku Utara.
Sementara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Gubernur menginstruksikan untuk terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait dalam menyukseskan Revitalisasi dan Pengembangan Perikanan Budidaya di Provinsi Maluku Utara.
Di akhir sambutannya, AGK berharap agar dalam Rakor tersebut semua pimpinan daerah dapat mencurahkan ide-ide kreatif dan konstruktif sehingga mendapatkan arah dan kebijakan pembangunan perikanan budidaya Maluku Utara ke depan.
“Rapat ini saya nilai penting sebagai langkah terobosan yang diprakarsai oleh perguruan tinggi melalui Pusat Kajian Fakultas Perikanan Unkhair Ternate dengan tujuan utamanya melakukan revitalisasi dan pengembangan perikanan budidaya di wilayah Maluku Utara,” ucapnya.
Sekedar diketahui, Rakor itu diikuti oleh, Bupati Halsel, Usman Sidik, Walikota Tidore Cpt. Ali Ibrahim, Ketua Komisi II DRPD Malut, Ketua DPRD Halbar, Wakil Wali Kota Ternate, Wakil Bupati Halbar, Kadis Kelautan dan Perikanan, Asisten II Pulau Taliabu, Kadis Kelautan dan Perikanan Taliabu, Kadis Kelautan dan Perikanan Halut, Kadis Kelautan dan Perikanan Halteng, Kadis Kelautan dan Perikanan Haltim, yang tidak hadir Pulau Morotai. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!