Sofifi, Haliyora
Aksi pegawai Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara yang memprotes kepala dinasnya masih berlanjut.
Sebelumnya aksi ini dilakukan dengan cara unjuk rasa dan palang kantor dinas. Namun untuk kali ini dilakukan deng cara yang berbeda dari sebelumnya.
Aksi kali ini nampak puluhan ASN membentangkan spanduk sebagai wujud protes terhadap kadis. Pada spanduk tersebut, bertuliskan, “Kami meminta Gubernur/Wagub dan Sekda, kami siap menyiapkan bukti pernyataan saksi atas kebohongan Kadis di media, stop jadi kadis Pangan Provinsi Maluku Utara,” Rabu (14/04/2021).
Terkait dengan aksi ini, Sekretaris Dinas Pangan Provinsi Maluku Utara, Saleh Al Gani mengatakan, sebelumnya aksi dilakukan dengan harapan bisa berdialog dengan kepala dinas untuk mengurai permasalahan internal. Akan tetapi sambung dia, hingga hari ini, tidak ada tanggapan balik dari kadis, sehingga aksi kembali digelar hari ini.
“Kami berharap dengan aksi ini kadis mau duduk bicara terkait permasalahan yang ada, akan tetapi sampai sekarang kadis tidak respon sama sekali. Sehingga kami dengan teman-teman bersatu dan membuat aksi pemboikotan kembali. Aksi yang kami lakukan hari ini tidak ada aksi anarkis, kami hanya menuntut hak kami, bahwa kami sudah tidak mampu dipimpin oleh kadis ini,” tegasnya Saleh, Rabu (14/04/2021).

Saleh yang juga sekertaris dinas pangan ini membeberkan, selama menjabat sebagai sekertaris dinas, dirinya tidak pernah dilibatkan dalam kegiatan dinas, hampir seluruh kegiatan dinas dilakukan di Ternate, mobil dinaspun dibawa ke Ternate
“Jadi semua kegiatan, dia (Kadis) wa di grup perintahkan kasubag buat, bagaimana kita mau ikut kegiatan, sementara semua kegiatan dibuat di Ternate, dan ada juga kendaraan dinas inova sebanyak tiga buah dibawa semua ke Ternate, bahkan kantor dinaspun listriknya sering mati, nanti di sampaikan di grup baru dia isi pulsa listrik, pemimpin macam apa ini,” kesal Saleh.
Saleh juga mengungkapkan penyampaian kadis lewat grup whatsApp bahwa kegiatan kesekretarian dinas terbengkalai. Dia beralasan hal ini disebabkan seluruh kegiatan kedinasan dilakukan di Ternate.
“Jadi siapa mau kerja kalau tidak ada operasional dinas, dia (kadis) menulis di wa seluruh kegiatan kesekretariatan terbengkalai, bagaimana tidak terbengkalai, seluruh kegiatan di Ternate,” jelasnya.
Sebagai pemimpin, sambung Saleh, seharusnya panggil semua staf dan mengevaluasi apa masalahnya.
“Aksi yang dilakukan hari ini adalah ungkapan kekecewaan kami yang sudah lama, dan hari ini kami bersikap. Sikap kami jelas seperti yang tertulis di baliho, kami meminta hering dengan Gubernur, Wagub, dan Sekda, supaya jangan menjadi opini liar, dan tuntutan kami kadis Pangan harus keluar dari dinas Pangan, kalau tidak kami yang aksi ini akan keluar dari dinas Pangan, ini tuntutan kami,” tegasnya.
Hal yang sama disampaikan oleh Kepala Bidang Ketersediaan Dinas Pangan Malut, Al Nasution. Kata dia, sebagai kepala bidang, dirinya tidak dilibatkan dalam kegiatan, terutama kegiatan yang bersumber dari APBN, padahal secara administrasi dirinyalah yang bertanggungjawab.
“Setiap kegiatan baik yang bersumber dari APBN maupun APBD hanya melibatkan kepala seksi. Untuk itu lewat aksi ini, seharusnya kadis memanggil semua pegawai untuk meluruskan masalah ini,” tutup Al. (Sam-*)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!