Kapal dari Taliabu Tujuan Luwuk Tenggelam

Kapal dari Taliabu ke Luwuk Tenggelam

Bobong, Haliyora

Kapal Motor (KM) Anugrah dari Taliabu tujuan Luwuk Sulawesi Tengah tenggelam akibat dihantam ombak di perairan laut Timpaus kabupaten Banggai Laut (Balut) Sulawesi tengah.

Bacaan Lainnya

KM. Anugrah bertolak dari pelabuhan Bapenu Desa Bapenu, Kecamatan Taliabu selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, pada Sabtu (03/04/2021) pukul 23:30 WIT, dengan membawa 30 ton kopra, 11 penumpang, 9 ABK tujuan Luwuk Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dalam perjalanan dihantam ombak (gelombang) di perairan laut timpaus Banggai Sulteng pada minggu (04/04) pukul 03:00 WITA dan nyaris tenggelam.

Keterangan ini disampaikan langsung nakhoda KM. Anugrah, Muhdin (43) saat diwawancari Haliyora, Minggu pagi (04/04/2021), di kantor Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pulau Taliabu

“Kita berangkat dari pelabuhan Bapenu kemarin (Sabtu), tiba di Bobong pukul 23:00 WIT, kemudian kita langsung bertolak menuju Luwuk. Nah sampai di depan pulau Timpaus itu kita dihantam ombak besar. Air masuk dalam kapal, alcon (mesin pembuangan air) tidak mampu lagi membuang air ke luar kapal, akhirnya seluruh badan kapal masuk ke dalam air, tersisa dek luar. ABK dan penumpang naik di atas dek. Untung kapal tidak karam (tenggelam ke dasar laut) hanya terapung,” terang  Muhdin menjelaskan kejadian.

Kapalnya terapung dalam kepungan gelombang laut yang mengganas tersebut, nakhoda KM. Anugrah, Muhidin mengontak pihak BPBD Taliabu meminta pertolongan via telpon.

Sekitar 4-5 jam kemudian barulah pertolongan datang dan mengevakuasi penumpang dan ABK ke darat.

“Kejadian sekitar jam 03-00 dini hari. Kapal kan tidak tengelam langsung ke dasar,  hanya terapung, jadi kami semua naik ke atas kapal (dek luar) sambil menunggu bantuan datang, dan kita terampung di atas laut kurang lebih 4-5 jam. Bantuan dari BPBD datang sekitar pukul 07.00 WIT langsung kami dievakuasi ke darat sedangkan kapal dan muatan tidak bisa diselamatkan,” jelasnya.

Muhdin juga mengakui adanya kelebihan muatan. “Ia muatan kami lebih kapasitas. Kapsitas kapal sebenarnya hanya 20 ton lebih, tapi kami bamuat sampe 30 ton lebih,” ungkapnya mengakui.

Meski demikian, Muhdin merasa bersyukur karena tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Seluruh penumpang dan ABK berhasil di evakuasi oleh BPBD. Sebelas penumpang telah dikembalikan ke rumah masing-masing,’ terang Muhdin.

Diketahui untuk pemeriksaan lebih lanjut, maka nahkoda dan ABK KM. Anugrah sementara masih ditahan di kantor BPBD Taliabu untuk dimintai keterangan, dan atas kejadian ini diperkirakan kerugian materil mencapai ratusan juta rupiah.

Adapun daftar nama-nama penumpang dan ABK KM.Anugrah sebagai berikut;

Penumpang: Iskandar Umamit (43) asal desa todoli, Bakri Gailea (37) asal desa Kawalo, Syarif (69) asal desa Kawalo,Sutikno (26) asal desa Kawalo,Asrul (30) asal desa Kawalo,Sukardi (26) asal desa Kawalo,Opan (35) asal Bau-bau, Riman (21) asal desa Bapenu,Nining (35) asal desa Kawalo.

ABK: Muhlis Amrulah (44) asal desa Todoli, Iksan Mayau (39) asal desa Todoli, Agung Santoso M (20) asal desa Todoli, Mislan LD (32) asal desa Bapenu, Kasman (42) asal desa Todoli, Hariadin (20) asal desa Tikong, Abd.Fatah (18) asal desa Tikong, zurudin (53) asal desa Bapenu, dan Nakkhoda KM. Anugrah Muhdin Amrullah (43) (Kep.) Asal desa Tikong. Semuanya selamat. (Ham-1)

Pos terkait