Halsel, Haliyora
BNPB kucurkan dana Rp 94 miliar diperuntukan bantuan untuk pembangunan rumah warga yang rusak ringan, sedang dan berat akibat gempa bumi tahun 2019 di kabupaten Halmahera Selatan.
Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dengan dana bantuan BNPB tersebut sudah selesai dikerjakan. Salah satu warga kecamatan Gane Barat Selatan kepada Haliyora mengatakan, khusus kategori rusak berat sebanyak 1.201, diantaranya sebanyak 162 tersebar di tiga desa yakni Desa Tawa, Awis dan Pasipalele.
Warga yang enggan namanya dipublis itu mengungkapkan, 162 unit rumah kategori rusak berat di tiga desa itu sudah selesai dikerjakan namun tidak dilengkapi fasilitas WC.
Ia merinci, kerusakan rumah warga kategori rusak berat di Desa Tawa sebanyak 74 unit, Desa Awis sebanyak 38 unit, dan Paspalele 50 unit totalnya 162 unit.
“Sudah selesai dibangun, tapi ada kekurangannya yaitu tara ada WC,” terangnya, saat ditemui Haliyora, Minggu (14/03/2021).
Katanya, dalam RAB, pekerjaan bangunan rumah ada tercantum pekerjaan WC, namun ternyata tidak dibuat. Pihak pekerja hanya meninggalkan bahan berupa besi satu staf dan kloset WC, selanjutnya menyuruh masyarakat kerjakan tanpa upah, setelah pekerjan fisik bangunan selesai pada Juni-Juli 2020..
“Ini yang menjadi pertanyaan dan keluhan warga penerima bantuan. BPBD Halsel harus turun mengecek langsung jangan sampai menimbulkan masalah,” ungkapnya.
Bukan hanya itu, ada 30 unit Huntap tidak mau ditempati warga, mereka lebih memilih tinggal di rumah lama yang rusak akibat gempa. Mereka mengeluhkan bangunan berkonstruksi baja itu dibuat seperti oven sehingga sangat panas, tidak tahan berada di dalam rumah.
Terkait keluhan masyarakat tersebut, ketika dikonfirmasi Haliyora, Senin (15/03/2021), PT Jera Bangun Persada yang mengerjakan pekerjaan itu melalui Thomas Erison selaku kuasa direktur mengakui pekerjan Huntap itu hanya pemasangan saja, fasilitas WC itu diberikan tanggung jawab Kades yang mengontrol penyelesaian pemasangan WC dengan memberdayakan masyarakat di setiap Desa. Bahan dan termasuk upah pekerjaan WC juga telah diserahkan kepada Kades setempat.
“Kontrak pekerjaan hanya pemasangan saja, sedangkan WC diserahkan warga untuk mengerjakan sebagai bentuk pemberdayaan, dan itu nanti dikoordinir masing-masing Kades. Jadi bahan termasuk upah pekerjaan sudah kami serahkan kepada masing-masing Kades,” ungkapnya.
Thomas Erisos meminta warga hubungi kadesnya untuk mempertanyakan masalah tersebut. “Nanti hubungi Kadesnya untuk tanyakan, karena kami sudah percayakan kepada masing-masing kades, termasuk soal upah pekerja yang kami sediakan setiap unit Huntap. Kades lebih tau itu,” pungkasnya.
Sementara, Saat dihubungi via telpon maupun Whatsapp kepada masing-masing kades di tiga desa tersebut belum terhuhbung hingga berita ini ditayangkan. (Asbar-1)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!