BNPB-Pemprov Malut Rakor Pascagempa, Fokus Pemulihan Infrastruktur

Sofifi, Maluku Utara – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara, pada Jumat lalu (3/4/2026).

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di Ruang VIP Pemda, Bandara Sultan Babullah, Ternate, Minggu, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan bencana.

Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto dan Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat Kolonel Herry Setiono turut menghadiri rapat tersebut bersama jajaran pemerintah daerah.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menyampaikan bahwa gempa berdampak langsung pada enam kabupaten/kota, yakni Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Halmahera Selatan.

BACA JUGA  Pemprov Maluku Utara Siapkan 90 Sapi Kurban untuk Idul Adha 2026, Anggaran Capai Rp 2 Miliar

“Berdampak pada kerusakan infrastruktur, dan hingga saat ini tidak terdapat korban meninggal dunia,” kata Sarbin.

Berdasarkan data BPBD, tercatat sebanyak 99 unit rumah mengalami rusak berat, 66 unit rusak sedang, dan 139 unit rusak ringan. Selain itu, 11 unit rumah ibadah, satu sarana pendidikan, satu fasilitas pelayanan publik, serta sejumlah fasilitas umum turut terdampak.

Kerusakan fasilitas umum meliputi ruang tunggu pelabuhan, tambatan perahu sepanjang 80 meter, serta satu gedung pertemuan.

Jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 2.000 jiwa, dengan 1.107 jiwa atau sekitar 100 kepala keluarga saat ini berada di lokasi pengungsian. Sementara itu, satu warga di Ternate dilaporkan mengalami luka ringan.

BACA JUGA  BNPB Bangun Pusdalpos di Morotai, Dananya dari Luar Negeri

Sarbin Sehe mengapresiasi sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan darurat pasca bencana, khususnya di wilayah Batang Dua yang menjadi lokasi paling terdampak.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mengharapkan dukungan maksimal dari pemerintah pusat guna mempercepat proses penanganan dan pemulihan di daerah terdampak.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Maluku Utara, Wali Kota Ternate, serta Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan. (Redaksi)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah