11 Santri  di Tikep Terpapar Corona

Tidore, Haliyora

Sejumlah santri di Pondok Pesantren Harisul Khairat Bumi Hijrah Ome Kota Tidore Kepulauan dikabarkan terkonfirmasi positif covid-19. Santri dan juru masak yang dikabarkan terpapar virus corona sebanyak 11 orang.

Juru bicara Satgas Covid-19 Tikep, Saiful Salim membenarkan kabar tersebut saat dikonfirmasi Haliyora, Selasa (19/01/2021)

“Benar, ada santri dan juru masak pondok pasantren Harisul Khairat Ome terkonfirmasi positif Covid-19,” ujar Saiful membenarkan.

Data yang diperoleh media ini menyebutkan 11 orang yang terkonfirmasi positif tersebut diantaranya, empat laki-laki  dan tujuh orang perempuan.

Untuk itu, Saiful yang juga Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Tikep itu mengatakan,  saat ini Satgas Covid-19 merekomendasikan untuk meliburkan santri dari proses belajar mengajar di Pondok Pesantren.

BACA JUGA  Per 27 September, Pasien Covid-19 di Ternate Bertambah 4 Orang

“Untuk menghindari terjadinya penularan yang lebih luas kepada sesama santri, maka Satgas Covid-19 Kota Tidore Kepulauan merekomendasikan meliburkan santri dari kegiatan belajar mengajar tatap muka selama 14 hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari kontak fisik sesama santri. Surat rekomendasi Satgas ke Ponpes sudah ada di meja saya, dan sore ini akan kita layangkan ke Ponpes,” terang Saiful.

Saiful menjelaskan, semula pihak Satgas Covid-19 menerima informasi dari RSUD Tikep pada tanggal 7 Januari 2020, tentang adanya empat orang santri terkonfirmasi positif, kemudian dinas kesehatan bersama petugas puskesmas Ome melakukan tracking kontak erat  ke pondok pasantren Harisul Khairaat Ome pada 8 Januari 2021, dan didapati kurang lebih 101 orang melakukan kontak erat dengan empat pasien positif sehingga langsung dilakukan rapid tes.

BACA JUGA  Ombak Mengamuk, Belasan Rumah di Desa Koititi Halmahera Selatan Rusak

“Hasilnya 20 orang kita nyatakan suspect dan dirujuk ke RSUD Tikep untuk diswab. Hasil swab didapatkan sebanyak tujuh orang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi ditambah dengan empat orang sebelumnya sehingga total 11 orang,” terangnya.

Ia menambahkan, saat ini santri dan juru masak yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah dipulangkan untuk menjalani karantina (isolasi) mandiri di rumah masing-masing. “Pihak pasantren sudah pulangkan mereka untuk menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing,” pungkasnya. (Ata-1)

chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah