Ternate, Haliyora.com
Sejak Jumat (5/6) pekan kemarin, Pemerintah Kota Ternate resmi berlakukan new normal. Meskipun kebijakan ini menuai kekhawatiran dari berbagai kalangan, karena angka perkembangan Covid-19 di Kota Ternate belum menunjukan penurunan.
Pemkot Ternate beralasan, kebijakan ini merupakan relaksasi kehidupan sosial, terutama dunia usaha, yang terpenting adalah selalu gunakan protokol kesehatan.
Hal yang sama juga diungkap Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailusy. Menurut Politisi PKB ini, pemberlakuan new normal karena didasari anjloknya PAD Kota Ternate, sehingga dibijaki dengan pelonggaran pada dunia usaha, tetapi diikuti dengan penegakkan perwali nomor 13 yaitu pengetatan penerapan protokol kesehatan.
Sementara itu, data statistik perkembangan Covid-19 di Kota Ternate hingga hari kemarin, (Kamis,11 Juni 2020), seperti yang disampaikan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Maluku Utara melalui juru bicaranya Alwia Assagaf menyebutkan, angka penambahan positif pada hari kamis untuk Kota Ternate terjadi penambahan sebanyak 15 orang.
Itu berarti angka positif Covid-19 di kota Ternate sejak diterapkan new normal hingga kemarin berjumlah 29 orang. Peningkatan ini terjadi pada tanggal 9 Juni sebanyak tiga orang, tanggal 10 Juni sebanyak 11 orang, dan pada tanggal 11 Juni sebanyak 15 orang.
Kini jumlah orang terkonfirmasi positif di Kota Ternate sudah mencapai 142 kasus, 21 orang sembuh dan 11 orang meninggal, sementara dalam perawatan 111 orang (Baca Gugus Provinsi).
Terkait dengan hal ini, Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailusy yang juga ketua tim pengawasan pencegahan penyebaran Covid-19 DPRD Kota Ternate menuturkan, relaksasi yang diterapkan Pemerintah Kota Ternate tidak dijalankan dengan ketat. Sedangkan angka positif terus mengalami peningkatan.
“ini harus dicek juga, apa sebab peningkatan positif di Ternate, bisa jadi karena catridge yang ada di lab habis, sehingga harus menunggu catrigde ada, baru dilakukan swab, sehingga angka positifnya melonjak,” ucap gus jir sapaan akrabnya pada Haliyora.com, Jumat (12/6).
Dan menurut dia, penerapan relaksasi oleh Pemkot Ternate akan dievaluasi pada dua minggu berjalan.
“penerapan relaksasi ini baru jalan satu minggu, nanti kita lihat, kalau angka positif terus mengalami peningkatan, kita dari DPRD akan melakukan evaluasi terhadap mereka, karena evaluasi itu dilakukan dua Minggu sekali,”bebernya.
Dan saya pikir sekalipun program relaksasi terus disosialisasikan oleh Tim Gugus Tugas kata Muhajirin, kalau tingkat kesadaran masyarakat tidak ada, sama saja.Menurut dia kuncinya itu ada di kesadaran masyarakat.
“kalau itu tidak ada, tetap tidak bisa, sekalipun pemerintah memperketat keamanan di lapangan,” ujarnya. (Sam)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!