Bulan suci Ramadhan 1441 Hijriah kini menjelang akhirnya. Ummat Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia (dan tentunya Maluku Utara), sedang bersiap menyambut datangnya hari kemenangan atau biasa disebut Idul Fitri 1 Syawal.
Namun suasana kegembiraan menjemput datangnya lebaran itu, sedikit dipengaruhi dengan pandemi covid-19 yang sedang melanda dunia. Tren penularan dan positif terjangkit yang terus meningkat (bahkan belum ada tanda penurunan) di Indonesia, sedikit banyak membuat sebagian orang khawatir dan was-was dengan kondisi ini.
Pemerintah sendiri terus menggalakkan seruan untuk menjaga jarak yang bahasa kerennya disebut social distancing dan physical distancing. Hal ini dilakukan demi menekan tingginya penyebaran penyakit yang disebabkan virus bernama corona itu.
Tetapi pastinya, yang namanya hari kemenangan setelah berpuasa sebulan penuh menahan hawa nafsu, tidak boleh sampai disambut dengan suasana muram akibat kekhawatiran akan terjangkitnya covid-19 ini. Lebaran tetap harus dilaksanakan dengan penuh gembira meski hanya berdiam di rumah saja.
Toh, walau hanya di rumah, ibadah dan silaturahmi yang lazimnya dilakukan pada saat lebaran masih bisa dilakukan. Apalagi saat ini, sudah banyak platform aplikasi yang memungkinkan orang bertemu secara virtual lewat video call maupun sekedar berkirim pesan singkat, gambar maupun video.
Semakin sering bertemu atau bersentuhan dengan orang lain, mungkin makin membesarkan peluang untuk terjangkit covid-19. Karena kita tak pernah tahu jika seseorang sedang terjangkit dari pandangan kasat mata.
Jadi, tidak ada alasan untuk bermuram menyambut datangnya Idul Fitri meski hanya #TetapDiRumah rumah. Toh, bukankah saling bermaafan itu dari hati tanpa harus bakudasi (salaman atau kontak fisik)? q

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!