Propam Polres Halteng Selidiki Dugaan Penganiayaan Remaja di Gebe Oleh Oknum Polisi

Keluarga juga mendesak Polres Halmahera Tengah bertindak tegas. Jika tak ada respons, mereka mengancam membawa perkara ini ke Mabes Polri.

Kepala Seksi Humas Polres Halmahera Tengah, Ipda Amir Mahmud, membantah terjadi pemukulan berat. Ia menyebut insiden itu sekadar “miskomunikasi”.

“Dia yang tikam orang dalam kondisi mabuk, lalu datang menyerahkan diri dengan kepala bengkak dan berlumuran darah,” ujarnya, Senin (16/2/2026).

BACA JUGA  Jalan Rusak di Ternate Bakal Ditangani BPJN

Menurut Amir, tidak ada tindakan yang menyebabkan tulang rusuk patah. “Hanya dapat tempeleng dan disuruh push-up karena dalam kondisi mabuk,” katanya.

Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedewanto, menyatakan Propam Polres telah melakukan klarifikasi terhadap anggota yang terlibat. Audit investigasi internal disebut tengah berjalan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah personel yang diperiksa antara lain Brigpol GW, Bripda JA, dan Bripda MH. Dalam pemeriksaan awal, terdapat pengakuan adanya tindakan disiplin fisik saat interogasi, mulai dari push-up hingga tamparan, dengan dalih untuk memperoleh keterangan terkait alat yang digunakan dalam perkelahian. (RJ/Red)

BACA JUGA  Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Halteng, Keluarga Korban Resmi Lapor Polisi
chat_bubble_outline

Belum ada komentar disini

Jadilah yang pertama berkomentar disini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Pilih Wilayah