Ternate, Maluku Utara – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Maluku Utara, Sakop, mengungkapkan bahwa realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepnjanh tahun 2025 mencapai sebesar Rp590,03 M (9.250 debitur), dan Halmaher Utara tercatat sebagai realisasi terbesar Rp123,45 M (2.116 debitur)
Hal tersebut disampaikannya dalam acara media briefing rutin ‘Torang Pe APBN’ edisi Januari 2026, yang berlangsung di Kantor Wilayah DJPB Malut, Kamis (29/1/2026)
“Penyaluran KUR di Maluku Utara sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, meskipun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan khususnya terkait aksesibilitas, demografi, dan pemerataan wilayah serta sektor usaha,” kata Sakop.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa hingga Desember 2025, realisasi penyaluran KUR di Maluku Utara tercatat mencapai Rp590,03 miliar dengan total 9.250 debitur. Capaian ini mencerminkan peran KUR yang semakin penting dalam mendorong pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah
“Secara umum penyaluran KUR tumbuh dengan baik, namun masih terfokus di wilayah-wilayah tertentu, khususnya Kota Ternate dan Kabupaten Halmahera Utara, sementara wilayah lain masih memerlukan dorongan lebih lanjut,” ujarnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!