Sofifi, Maluku Utara – Pernyataan Gubernur Sherly Tjoanda, yang menantang KAHMI Maluku Utara untuk berdiskusi mengenai Feasibility Study (FS) pembangunan infrastruktur Jalan Trans Kieraha, langsung mendapat respons keras dari Dewan Pakar KAHMI Maluku Utara, Dr. Aziz Hasyim.
Aziz, yang juga dosen Fakultas Ekonomi Universitas Khairun Ternate sekaligus lulusan S2 dan S3 Ilmu Perencanaan dan Pembangunan Wilayah IPB, menegaskan bahwa KAHMI siap menyambut tantangan tersebut. Ia meminta gubernur segera mewujudkan pernyataannya dengan membuka forum diskusi publik yang menghadirkan tim penyusun FS.
“KAHMI meminta gubernur segera menggelar forum terbuka dan menghadirkan Tim FS untuk kita diskusikan. Bila perlu, gubernur juga hadir pada forum tersebut. Sampai sejauh ini, dokumen FS diduga belum diuji-publikan. Karena itu, pernyataan gubernur ada baiknya agar kita bisa menguji secara terbuka derajat keilmiahan FS yang disusun,” tegas Dr. Aziz Hasyim, Selasa (25/11/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aziz mengungkapkan bahwa KAHMI telah mengantongi dokumen FS meski hanya berupa bahan paparan. Dengan modal itu saja, KAHMI merasa sangat siap untuk membahas dan mengkritisi substansi FS secara ilmiah.
“Gubernur meminta KAHMI membaca FS dulu sebelum diskusi, tapi dokumennya saja belum kami miliki secara lengkap. Meski begitu, dengan bahan paparan FS saja KAHMI siap mendiskusikannya,” ujarnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya








