Galela, Maluku Utara – Aksi balap motor liar kembali marak di Jalan Trans Galela–Loloda, tepatnya di Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Halmahera Utara. Aktivitas yang diduga berlangsung setiap hari Sabtu tersebut membuat warga sekitar resah karena dianggap mengganggu dan membahayakan pengguna jalan.
Menurut keterangan sejumlah warga, para pelintas kerap diminta berhenti saat balapan berlangsung. Penutupan jalan secara tidak resmi itu dilakukan demi memastikan lintasan kosong sebelum para pembalap memulai aksinya. Setelah dianggap aman, barulah pengguna jalan boleh melintas secara bertahap.
“Kalau dibilang mengganggu, ini jelas paling mengganggu. Masa tong lewat harus suru berhenti dulu karena ada aktivitas tanpa izin berlangsung,” keluh Arif, salah satu warga, Minggu (29/11/2025).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka pihak terkait turun tangan menertibkan aktivitas ilegal tersebut demi keamanan bersama. “Karena ini mengganggu masyarakat yang melintasi jalan tersebut,” ujarnya. (RR/Red)









