Meski demikian, sebagian pelaku usaha di kawasan itu mengaku telah menyiapkan kamar mandi seadanya untuk kebutuhan pengunjung.
Salah satu pedagang, Fathly, mengatakan setiap lapaknya dikenai pajak bulanan sebesar Rp 500.000. “Kalau di sini biasa pajaknya Rp 500.000 per bulan,” katanya.
Selain persoalan fasilitas, keberadaan pohon trambesi di area sekitar lapak juga dinilai membahayakan karena rawan patah saat angin kencang atau hujan deras.
“Kawasan ini sebaiknya ditata kembali, karena pohon-pohon di sekitar sini rentan patah. Kami yang duduk di bawahnya juga takut kalau tiba-tiba tumbang,” ujar Rajiman.
Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat segera melakukan penataan kembali agar kawasan tersebut tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga aman dan nyaman bagi masyarakat. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!