Fenomena ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai komitmen Pemerintah Kota Ternate dalam menata pasar secara berkelanjutan. Banyak pihak menilai penataan yang dilakukan menjelang kunjungan pejabat tinggi hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan.
“Kami tidak menuntut pasar harus steril, tapi paling tidak ada penataan yang konsisten. Jangan cuma rapi kalau ada tamu penting,” kata pengunjung lainnya.
Kembalinya kondisi semrawut di Pasar Gamalama dianggap sebagai bukti lemahnya pengawasan dan minimnya solusi jangka panjang dari pemerintah daerah dalam menangani masalah pedagang kaki lima dan tata ruang pasar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemkot Ternate terkait kondisi terbaru pasar tersebut. (RFN/Red2)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!