Ternate, Maluku Utara – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, telah memberikan sinyal merombak kabinet secara besar-besaran di lingkungan Pemprov Maluku Utara. Sinyal ini diberikan gubernur setelah mengantongi izin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian serta Peraturan Teknis (Pertek) dari BKN RI.
Sebelumnya, Gubernur Sherly menyatakan, perombakan tersebut menyasar para pejabat yang pernah terlibat dalam skandal suap mantan Gubernur (alm) Abdul Gani Kasuba atau AGK.
Mengomentari rencana tersebut, akademisi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Agusmawanda menilai langkah ini tidak menjadi soal asalkan gubernur memperhatikan aspek teknokratis.
Agusmawanda menuturkan, setiap pemimpin politik pasti punya selera masing-masing. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Gubernur Sherly pasti memiliki kriteria tersendiri sehingga lebih memfokuskan perombakan kabinet sasarannya kepada pimpinan OPD yang pernah terlibat dalam kasus suap AGK.
“Setiap pemimpin politik pasti punya selera masing-masing, maka dia pasti memilah dan memilih sesuai dengan kriteria yang diinginkan,” kata Agus kepada Haliyora.id pada Senin (11/8/2025).

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!