Pihaknya berharap dari tahun ke tahun pelayanan di Disdukcapil Halsel terus meningkat. Namun kata dia, dengan adanya kebijakan nasional seperti efisiensi anggaran perjalanan dinas sebesar 50 persen kemungkinan akan menurunkan jumlah kegiatan jemput bola di kabupaten Halmahera Selatan.
“Kondisi ini membuat pengunjung di Dinas Capil meningkat, begitu juga dengan panjang daftar antrian. Hal ini sudah jelas membuat warga kesulitan dalam memperoleh administrasi kependudukan karena warga di kecamatan terjauh harus mengeluarkan biaya besar untuk datang ke kantor Capil Halsel,” ungkapnya.
Menurut Kader, walaupun percetakan administrasi di kantor Dukcapil digratiskan, akan tetapi masyarakat tetap mengeluarkan biaya. Karena datang di kantor Capil masyarakat pasti membutuhkan biaya tiket perjalanan dan biaya makan minum selama berada di Labuha.
“Mudah-mudahan ini hanya merupakan kebijakan awal dari pemerintahan presiden Prabowo. Kita harapkan tahun-tahun selanjutnya sudah kembali pulih seperti biasanya, agar kegiatan jemput bola bisa kembali dimaksimalkan di Kabupaten Halmahera Selatan,” pungkasnya. (RMI/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!