Amrin mengajak seluruh korporasi besar yang beroperasi di Pulau Obi untuk ikut serta dalam mendukung perjuangan masyarakat dalam mewujudkan DOB tersebut. Ia menilai dukungan dari sektor swasta sangat penting untuk memperkuat argumen mengenai kebutuhan pembangunan yang mendesak di Obi.
“Perjuangan ini harus kita satukan sebagai gerakan moral demi masa depan Obi yang lebih baik,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, masyarakat Obi memberikan ultimatum kepada DPRD Halmahera Selatan. Dalam waktu 14 hari, mereka menuntut agar Pansus DOB Obi telah resmi dibentuk. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, masyarakat Obi mengancam akan melakukan aksi menduduki Kantor DPRD Halsel sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap kinerja legislatif, khususnya enam anggota DPRD dari daerah pemilihan Obi. “Ini bukan ancaman, tetapi bentuk kegelisahan yang nyata dari rakyat Obi. Kami siap bergerak demi hak kami,” pungkasnya.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!