Sementara itu, menanggapi tuntutan massa aksi, Kepala Dinas Perindag Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, mengatakan pihaknya tetap terbuka mendengar aspirasi masyarakat, karena ini menyangkut dengan perlindungan konsumen.
Nyoter berjanji akan menyurat ke pihak Pertamina, pihak SPBU dan instansi lainnya yang punya tanggung jawab, duduk bersama massa aksi untuk menyikapi persoalan ini dalam rapat lanjutan nanti.
Ia juga meminta agar seluruh dokumen terkait, misalnya bukti foto dan video yang dikantontongi massa aksi soal praktik mafia BBM di tiga SPBU agar dibeberkan pada saat rapat bersama nanti.
“Solusinya saya akan panggil kepala pertamina, pihak SPBU dan instansi terkait untuk menyelesaikan masalah ini,” cetusnya. (RR/Red)

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!