Ternate, Maluku Utara – Selama periode 2018-2023, Maluku Utara telah menghadapi defisit beras yang menunjukkan tren peningkatan dan belum mampu diimbangi dengan peningkatan konsumsi masyarakat.
Akibatnya, defisit beras terus meningkat, yang pada gilirannya memperbesar ketergantungan terhadap pasokan dari wilayah lainnya.
Kepala Kanwil DJPb Provinsi Maluku Utara, Tunas Agung Jiwa Brata mengatakan, seiring dengan sektor pertambangan yang semakin kuat, jumlah petani semakin berkurang akibat pergeseran profesi maupun kurangnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Selain itu, dukungan modal, pembinaan, dan investasi dari pemerintah dinilai belum memadai untuk meningkatkan kesejahteraan pertani.

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini!